
Kendari, Datasultra.com- Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari kembali mengukir prestasi dengan mewisuda 2.097 lulusan dari Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) pada gelombang kedua periode Oktober 2024 – Januari 2025, Senin 10 Februari 2025.
Gelombang pertama sebelumnya telah dilaksanakan pada Kamis 6 Februari 2025, dengan 1.507 wisudawan. Dengan demikian, total wisudawan UHO pada periode ini mencapai 3.604 orang.
Rektor UHO Kendari, Prof. Muhammad Zamrun Firihu, dalam sambutannya menyampaikan bahwa wisuda kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
“Biasanya, wisuda untuk profesi guru hanya diikuti sekitar 300 orang dan digelar bersama dengan wisuda ahli madya, sarjana, magister, dan doktor. Namun, karena jumlah lulusan PPG kali ini mencapai lebih dari 2.000 orang, kami memutuskan untuk melaksanakannya secara terpisah,” ujarnya di Auditorium Mokodompit UHO.
Prof. Zamrun menjelaskan bahwa Program Profesi Guru merupakan pengganti dari program sertifikasi guru yang telah dihentikan sejak 2019/2020.
Program ini dirancang untuk memastikan bahwa guru-guru di Indonesia dapat memenuhi standar profesionalisme dan berhak menerima tunjangan profesi.
“Dulu, guru yang ingin mendapatkan tunjangan profesi harus melalui program sertifikasi. Namun, sejak 2019, program tersebut digantikan oleh Program Profesi Guru,” jelasnya.
Menurut data Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), pada tahun 2019/2020, terdapat sekitar 600.000 guru di seluruh Indonesia yang belum lulus program sertifikasi.
“Untuk mengatasi hal ini, Kemenristekdikti membuat kebijakan baru melalui Program Profesi Guru. Program ini tidak hanya ditujukan untuk guru tetap, tetapi juga calon guru yang akan diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN),” tambahnya.
Dengan memiliki ijazah PPG, guru tetap maupun calon guru tidak perlu lagi mengikuti program sertifikasi. Mereka secara otomatis berhak menerima tunjangan profesi setelah diangkat sebagai ASN atau guru tetap.
“Ini menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa seluruh guru di Indonesia memenuhi standar profesionalisme,” tegas Prof. Zamrun.
Saat ini, UHO telah membuka 10 program studi PPG dan berencana untuk menambah jumlah program tersebut di masa depan.
Langkah ini sejalan dengan visi Kemenristekdikti untuk menciptakan guru-guru profesional di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Guru adalah profesi yang mulia. Mari kita bersama-sama menyukseskan program ini demi mencerdaskan anak bangsa,” pungkas Prof. Zamrun, menutup sambutannya.
Dengan komitmen yang kuat dalam meningkatkan kualitas pendidikan, UHO Kendari terus berperan aktif dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk menciptakan guru-guru yang kompeten dan profesional di seluruh Indonesia. (N1)





