
Kolaka, Datasultra.com – Gema semangat kebersamaan dan kemajuan menggema di Kabupaten Kolaka saat Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka (ASR), secara resmi membuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Provinsi Sulawesi Tenggara.
Acara yang mengusung tema “Harmoni Sultra, Sultra Maju, Aman, Sejahtera, dan Religius” ini digelar meriah di Lapangan Gelora, Kamis 24 April 2025.
Didampingi Bupati Kolaka H. Amri, S.STP., M.Si, Gubernur ASR menyapa ribuan warga yang memadati lapangan, menandai dimulainya perayaan akbar tahunan ini.
Rangkaian kegiatan dibuka dengan tari kolosal yang dibawakan oleh ratusan pelajar, menampilkan kekayaan budaya lokal yang memukau.
Tak kalah menarik, panggung Harmoni Sultra juga diramaikan oleh gelaran fashion show dari seluruh Ketua Tim Penggerak PKK dan Dekranasda kabupaten/kota se-Sultra.
Acara ini turut dihadiri tokoh-tokoh penting, di antaranya Anggota DPR RI asal Sultra Ahmad Safei, Anggota DPD RI La Ode Umar Bonte, Ketua DPRD Sultra La Ode Tariala, pimpinan Forkopimda, para kepala daerah se-Sultra, serta tokoh masyarakat.
Sebelum pembukaan resmi, Gubernur ASR, Bupati Kolaka, dan seluruh tamu undangan dari 17 kabupaten/kota di Sultra turut menghadiri Gala Dinner yang berlangsung hangat di pelataran Rumah Adat Kolaka, mempererat tali silaturahmi antar pemangku kebijakan di Bumi Anoa.
Berbagai lomba dan kegiatan sosial turut memeriahkan Harmoni Sultra, mulai dari lomba stand terbaik, musik bambu, fashion show, hingga bazar pangan murah.
Di momen yang penuh makna ini, Gubernur ASR juga menyerahkan sertifikat wakaf kepada 11.700 penerima sebagai bentuk komitmen pemerintah terhadap penguatan nilai-nilai religius.
Dalam sambutannya, Gubernur ASR menegaskan pentingnya kerja kolaboratif dan pelayanan yang tulus kepada masyarakat.
“61 tahun adalah usia yang cukup matang bagi Sultra. Kita harus bergerak lebih maju. Saya mengajak seluruh OPD bekerja dengan hati, karena masyarakat menunggu karya nyata dari kita semua,” tegasnya.
Perayaan HUT ke-61 Provinsi Sulawesi Tenggara ini bukan hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum memperkuat sinergi dalam membangun daerah yang lebih maju, aman, sejahtera, dan religius sesuai semangat Harmoni Sultra. (Adv)





