
Kolaka, Datasultra.com – Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka (ASR), secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pengelolaan Lingkungan Hidup Tahun 2025 di Hotel Sutan Raja Kolaka, Jumat 25 April 2025.
Mengusung tema “Inovasi Kolaboratif Pengelolaan Lingkungan Hidup Berkelanjutan untuk Indonesia Emas 2045”, Rakor ini menjadi momen penting mendorong sinergi lintas sektor dalam menghadapi krisis lingkungan.
Acara ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Sultra Ir. Hugua, Ketua DPRD Sultra Laode Tariala, para bupati dan wali kota se-Sultra, Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku, pimpinan perguruan tinggi, serta para pemerhati lingkungan dari berbagai lembaga dan organisasi.
Dalam sambutannya, ASR menegaskan bahwa Rakor ini merupakan implementasi dari amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Ia menyebutkan bahwa pemerintah provinsi memiliki tanggung jawab besar dalam mengendalikan pencemaran serta membina pemerintah kabupaten/kota agar lebih tanggap terhadap isu-isu lingkungan.
“Kita menghadapi tiga krisis lingkungan global saat ini, perubahan iklim, polusi, dan pengelolaan sampah. Semua pihak harus terlibat aktif untuk mencari solusi. Ini juga merupakan bagian dari kontribusi kita mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 di bawah kepemimpinan nasional Prabowo-Gibran,” ujarnya.
ASR menyebutkan, berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional 2024, timbulan sampah di Sulawesi Tenggara mencapai 185.119 ton, dengan 60,9 persen bersumber dari rumah tangga.
Untuk itu, ia menekankan pentingnya regulasi daerah yang berpihak pada pengelolaan sampah secara berkelanjutan dan berbasis ekonomi sirkular.
“Segera susun roadmap pengelolaan sampah dan regulasi sesuai kewenangan masing-masing. Libatkan masyarakat agar sampah bukan lagi sumber masalah, tapi menjadi peluang ekonomi,” tegasnya.
Ia juga menginstruksikan para kepala daerah untuk menindaklanjuti Surat Edaran Menteri LHK tanggal 7 Februari 2025, khususnya dalam memperkuat peran TPS3R dan bank sampah di setiap daerah.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, ASR mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan pengelolaan lingkungan sebagai prioritas pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Tenggara. (Adv)





