UMU Buton Gelar Dialog Publik: Gaungkan Semangat Kartini dalam Emansipasi dan Pencegahan Kekerasan Seksual

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Universitas Muslim Buton (UMU Buton) melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sukses menggelar Dialog Publik bertema "Dulu Kartini, Kini Kita: Emansipasi, Gender, dan Peran Perempuan dalam Kelembagaan Mahasiswa", Sabtu 26 April 2025.
Listen to this article

Baubau, Datasultra.com – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Universitas Muslim Buton (UMU Buton) melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sukses menggelar Dialog Publik bertema “Dulu Kartini, Kini Kita: Emansipasi, Gender, dan Peran Perempuan dalam Kelembagaan Mahasiswa”, Sabtu 26 April 2025.

Bertempat di Ballroom Al Munawwarah UMU Buton, kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa, dosen, aktivis, serta perwakilan pelajar SMA se-Kota Baubau.

Hadir sebagai narasumber dua sosok inspiratif, Awaluddin Sisila, S.Sos, dan Waode Indah Febriana, S.S., M.Hum, yang membedah isu kesetaraan gender dan penguatan peran perempuan di dunia organisasi mahasiswa dan pelajar.

Ketua Panitia, Aulia Ahmad, dalam sambutannya mengungkapkan harapannya agar dialog ini menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran emansipasi di kalangan generasi muda. Dialog dipandu secara hangat dan interaktif oleh Harni Sumatan, S.S.

Presiden Mahasiswa UMU Buton, Arini Setianingrum, menegaskan bahwa perjuangan Kartini tidak boleh berhenti sebatas seremonial.

“Semangat Kartini harus terus hidup melalui partisipasi aktif perempuan di berbagai sektor, termasuk dalam organisasi kampus dan sekolah,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, Wakil Presiden Mahasiswa Agil Prihatin dan Menteri Keperempuanan BEM, Sarlita, juga turut hadir memberikan dukungan penuh.

Sarlita dalam paparannya menguraikan makna tema kegiatan, menekankan pentingnya memperkuat peran perempuan dalam organisasi serta keberanian memperjuangkan hak-hak perempuan di era modern.

Tak hanya membahas emansipasi, dialog ini juga menyoroti isu yang kian mendesak: pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.

Edukasi diberikan tidak hanya kepada civitas akademika, tetapi juga kepada para pelajar tingkat SMA, melalui perwakilan OSIS masing-masing sekolah.

Materi yang disampaikan mencakup pemahaman batasan diri, konsep persetujuan, hak atas tubuh sendiri, hingga langkah-langkah perlindungan hukum yang dapat ditempuh.

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata komitmen UMU Buton untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, adil, dan bebas dari kekerasan, sekaligus membekali generasi muda dengan keberanian untuk bersuara dan bertindak melawan segala bentuk ketidakadilan. (Sir)

Facebook Comments Box