
Surabaya, Datasultra.com – Kebijakan stimulus ekonomi yang digulirkan pemerintah melalui program diskon tiket kapal penumpang hingga 50 persen berhasil meningkatkan animo masyarakat Jawa Timur terhadap moda transportasi laut.
PT PELNI Cabang Surabaya mencatatkan lonjakan jumlah penumpang secara signifikan selama bulan Juni 2025, yakni mencapai 18.411 penumpang melonjak 150 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya sebanyak 12.300 penumpang.
Angka ini bahkan sedikit melampaui capaian bulan Mei 2025 yang mencatatkan 18.284 penumpang, memperlihatkan tren positif dan konsisten dalam pemanfaatan kapal laut sebagai moda transportasi pilihan masyarakat.
Peningkatan ini dinilai sebagai hasil dari respons cepat PT PELNI terhadap kebijakan pemerintah yang berlaku sejak 5 Juni hingga 31 Juli 2025, berupa program diskon hingga 50 persen untuk pembelian tiket kapal penumpang melalui seluruh kanal resmi PELNI.
Kepala Cabang PT PELNI Surabaya, Roni Abdullah, menyambut positif peningkatan tersebut.
Ia menilai bahwa kebijakan ini tidak hanya mendorong mobilitas masyarakat, tetapi juga memperkuat konektivitas antarwilayah serta mendukung pemulihan ekonomi nasional pascapandemi.
“Kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan program ini untuk mengenal lebih jauh potensi transportasi laut. Selain sebagai moda transportasi yang efisien dan terjangkau, hal ini juga dapat mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi lokal,” ungkap Roni, dalam rilis yang diterima, Selasa 1 Juli 2025.
Menurutnya, transportasi laut memiliki sejumlah keunggulan yang selama ini belum sepenuhnya disadari oleh masyarakat luas, terutama di wilayah kepulauan seperti Indonesia.
PELNI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, mulai dari kenyamanan hingga aspek keselamatan penumpang.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, diharapkan transportasi laut ke depan tidak hanya menjadi alternatif, tetapi justru menjadi pilihan utama dalam menjelajahi wilayah nusantara.
PT PELNI optimistis, melalui sinergi kebijakan yang tepat dan layanan prima, potensi transportasi laut Indonesia dapat dimaksimalkan untuk mendukung pembangunan yang lebih merata. (Sir)





