
Baubau, Datasultra.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau tengah mematangkan persiapan peluncuran Koperasi Merah Putih di 43 kelurahan se-Kota Baubau. Program ini merupakan upaya strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan berbasis komunitas lokal.
Wakil Wali Kota Baubau, Ir. Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc, saat memimpin pertemuan bersama pengurus dan pengawas koperasi dari delapan kecamatan meliputi Sorawolio, Kokalukuna, Wolio, Batu Poaro, Betoambari, Murhum, Bungi, dan Lea-Lea di Aula Kantor Wali Kota Baubau, pada Kamis 17 Juli 2025 menegaskan bahwa koperasi ini harus berfungsi nyata dan bukan sekadar formalitas.
“Koperasi Merah Putih ini harus benar-benar berjalan dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Meskipun camat tidak terlibat langsung dalam struktur koperasi, saya minta agar tetap memantau dan menjadi jembatan komunikasi antara kelurahan dan instansi terkait,” ujarnya.
Ia menambahkan, karena koperasi ini berbasis kelurahan, maka perannya akan sangat strategis dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam penyediaan barang pokok maupun layanan ekonomi mikro lainnya.
Pemkot Baubau juga tengah menyusun data lengkap dari ke-43 koperasi yang telah terbentuk, termasuk potensi unggulan yang akan dikembangkan di tiap wilayah.
“Kami ingin sebelum launching, semua data dan kesiapan koperasi sudah lengkap. Bahkan, pengurus koperasi yang ditunjuk benar-benar disaring agar tidak ada kekeliruan, karena koperasi ini juga dipantau oleh pemerintah provinsi dan pusat,” imbuhnya.
Launching nasional Koperasi Merah Putih dijadwalkan pada 21 Juli 2025, dan Kota Baubau akan menggelar launching lokal secara serentak, yang dipusatkan di Kelurahan Karing-Karing dan dipimpin langsung oleh Wali Kota Baubau.
“Hari ini kami update persiapan seluruh koperasi dalam dua sesi, pagi dan siang. Alhamdulillah, semua koperasi telah bergerak, setelah sebelumnya menyelesaikan legalitas dan struktur organisasinya,” jelas Hamsinah.
Ia berharap koperasi-koperasi tersebut bisa segera beroperasi, karena kehadiran koperasi bukan hanya menghidupkan ekonomi lokal, tetapi juga membuka lapangan kerja serta meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai langkah awal operasional, Bulog akan menyalurkan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) melalui Koperasi Merah Putih, menggantikan jalur konvensional yang selama ini lewat distributor dan mitra Bulog.
“Kita mulai dari yang sederhana, yakni penyaluran beras SPHP oleh koperasi. Ini akan menjadi tonggak awal berputarnya roda ekonomi koperasi dan memberi dampak langsung bagi warga,” pungkasnya. (Sir)





