
Muna, Datasultra.com – Kepala Desa Bone-Bone, Kecamatan Batukara, Kabupaten Muna, La Ode Muslimun, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan dugaan penyimpangan pengelolaan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2024.
Ia menegaskan bahwa seluruh pengelolaan anggaran dilakukan sesuai prosedur serta berpedoman pada standar harga yang ditetapkan pemerintah daerah.
Muslimun menjelaskan, perbedaan harga antara Rencana Anggaran Belanja (RAB) dengan kondisi di lapangan bukanlah bentuk manipulasi, melainkan disebabkan faktor pajak dan biaya tambahan lain.
“Kadang kala ada selisih karena adanya pajak PPN dan PPh. Pajak setiap tahun berbeda, dan itu kebijakan kabupaten. Jadi selisih harga bukan karena mark up, melainkan faktor pajak dan biaya lain-lain. Bahkan kalau setelah pemeriksaan ditemukan ada kelebihan dana, tetap kami kembalikan,” ujarnya, Rabu 27 Agustus 2025.
Ia menambahkan, penetapan harga material di desa selalu mengacu pada standar harga kabupaten yang diatur melalui Peraturan Bupati (Perbup).
Menanggapi isu markup harga pasir, Muslimun menegaskan bahwa harga Rp984 ribu per ret dalam RAB bukan hanya untuk pasir mentah, tetapi sudah mencakup pajak dan ongkos mobilisasi.
“Kalau di lapangan ada yang menyebut Rp700 ribu per ret, itu hanya harga pasir mentah, tanpa memasukkan biaya operasional,” jelasnya.
Hal serupa berlaku pada harga tanah timbunan. Ia menyebutkan, harga Rp210 ribu per ret yang tercantum dalam RAB sudah termasuk transportasi, alat berat, serta biaya operasional lainnya.
Terkait tuduhan adanya kegiatan seremonial fiktif, Muslimun meluruskan bahwa seluruh kegiatan keagamaan yang tercantum dalam Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) DD 2024 benar-benar dilaksanakan, yakni Isra Mi’raj, Maulid, Kaago-Ago, dan Tahun Baru Islam.
“Semua kegiatan tetap kami laksanakan. Hanya saja, Isra Mi’raj dan Maulid kami rangkaikan dengan Majelis Taklim karena waktunya sudah lewat. Jadi bukan fiktif, melainkan penyesuaian jadwal. Bahkan semua ada dokumentasinya,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa hingga kini belum ada pemeriksaan resmi dari Inspektorat terkait penggunaan DD 2024. Namun, pihaknya siap terbuka dan bertanggung jawab bila ada pemeriksaan dari aparat berwenang.
“Saya harap ini jadi pembelajaran agar pengelolaan desa ke depan lebih baik. Saya juga mengajak masyarakat Bone-Bone bersama-sama membangun desa. Kalau ada yang ingin ditanyakan, saya terbuka untuk diskusi demi kemajuan Bone-Bone,” pungkasnya.
Di akhir klarifikasinya, Muslimun menekankan komitmennya menjaga amanah dalam memimpin desa.
“Setiap pekerjaan dunia akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Itu yang selalu saya pegang dalam membangun desa,” tutupnya. (Len)





