
Baubau, Datasultra.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Kota Baubau terus berinovasi dalam menumbuhkan minat baca dan budaya literasi di kalangan masyarakat, khususnya pelajar.
Salah satu upaya terbarunya adalah dengan menggelar lomba konten literasi bertema “Perkembangan Perpustakaan, Budaya Baca, dan Literasi di Kota Baubau”, yang saat ini tengah berlangsung.
Kepala Dinas Perpusip Kota Baubau, Ibnu Wahid mengungkapkan bahwa lomba tersebut fokus pada pembuatan film pendek bertema literasi dan diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar SMP, SMA, hingga masyarakat umum.
“Sebenarnya sudah jalan, kami dari Dinas Perpustakaan itu sudah menjalankan lomba film pendek terkait literasi. Jurinya ada tiga orang dan mereka sudah berkolaborasi untuk mempersiapkan detail film edukasi yang berkualitas,” ujarnya, Selasa 21 Oktober 2025.
Menurut Ibnu Wahid, kegiatan ini menjadi sarana untuk meningkatkan kreativitas dan daya saing anak muda dalam dunia literasi dan perfilman edukatif. Tema yang diangkat tidak hanya berfokus pada literasi membaca, tetapi juga mencakup berbagai bentuk literasi lainnya.
“Kami ingin menjadikan kegiatan ini sebagai referensi untuk membumikan literasi di Kota Baubau. Literasi itu luas, bukan hanya membaca, tetapi juga kreativitas, inovasi, dan kemampuan mengekspresikan ide lewat media,” tambahnya.
Ia menyebutkan, hingga saat ini telah ada sekitar 20 peserta yang mendaftar, baik secara individu maupun kelompok. Proses penilaian film dijadwalkan berlangsung mulai Rabu 22 Oktober 2025.
Lebih lanjut, Ibnu Wahid menjelaskan bahwa lomba film literasi ini merupakan bagian dari rangkaian menuju Festival Literasi Kota Baubau yang akan digelar pada awal November mendatang di Gedung Perpustakaan Daerah (Perpusda) Baubau.
“Festival literasi nanti akan kami selenggarakan selama lima hari. Akan ada banyak kegiatan seperti jelajah cita-cita, berdongeng, festival UMKM, hingga event belanja buku yang menghadirkan berbagai penerbit,” ungkapnya.
Dalam festival tersebut, pihaknya juga berencana melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinas Pendidikan dan anggota Forkopimda, yang akan berpartisipasi sebagai pendongeng bagi anak-anak.
Menariknya, pengumuman dan penyerahan hadiah lomba film literasi akan dilakukan pada puncak Festival Literasi, agar momen tersebut menjadi lebih berkesan bagi para pemenang.
“Kami ingin saat mereka menerima hadiah, suasananya meriah di tengah festival. Jadi momennya akan lebih wow,” tutup Ibnu Wahid dengan optimistis. (Iy)





