
Kendari, Datasultra.com – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari kembali menorehkan prestasi nasional dengan meraih dua penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sekaligus.
Kedua rekor tersebut masing-masing untuk kategori “Penciptaan Investor Saham Syariah dan Reksa Dana Syariah Terbanyak di Satu Perguruan Tinggi Keagamaan” serta “Literasi Keuangan Syariah kepada Mahasiswa Terbanyak.”
Rektor IAIN Kendari, Prof. Dr. Husain Inswan, M.Ag, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian tersebut.
Ia menilai, penghargaan ganda ini menjadi bukti nyata komitmen kampus dalam memperkuat literasi dan praktik keuangan syariah di kalangan mahasiswa.
“Ini bukan sekadar prestasi, tapi pengakuan atas kerja keras seluruh sivitas akademika dan mitra strategis kami. Dukungan dari MNC Sekuritas, Bursa Efek Indonesia, Bank Indonesia, dan OJK menjadi kunci keberhasilan ini,” ujar Prof. Husain saat ditemui di booth BEI Sultra dalam kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025 di Kendari, Sabtu 25 Oktober 2025.
Dalam ajang tersebut, Senior Customer Relation Manager MURI, Andre Purwandono, secara resmi menyerahkan penghargaan kepada Prof. Husain Inswan dalam acara yang dihadiri ribuan mahasiswa di Ballroom Multimedia IAIN Kendari, Kamis 23 Oktober 2025.
Andre menyebut, IAIN Kendari berhasil menorehkan sejarah baru dengan menciptakan 2.173 investor saham dan reksa dana syariah baru, melampaui rekor sebelumnya sebanyak 2.000 peserta.
Selain itu, kampus ini juga sukses mengedukasi 3.164 mahasiswa dalam literasi keuangan syariah, menembus rekor lama yang mencatat 1.693 peserta.
“Capaian ini luar biasa karena menunjukkan peran aktif perguruan tinggi keagamaan dalam membangun ekosistem keuangan syariah di Indonesia,” jelas Andre.
Dengan tambahan dua rekor baru ini, total capaian MURI IAIN Kendari kini menjadi tujuh penghargaan nasional, menegaskan konsistensi kampus tersebut sebagai pusat pengembangan literasi dan investasi syariah di Sulawesi Tenggara.
Prof. Husain menjelaskan, meningkatnya minat mahasiswa terhadap dunia bisnis dan investasi menjadi salah satu faktor pendorong keberhasilan program ini. Menurutnya, fenomena tersebut bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan di tengah dinamika pasar kerja saat ini.
“Kami melihat adanya peningkatan signifikan minat mahasiswa terhadap dunia bisnis. Ini bukan hanya tren, tapi kebutuhan nyata untuk menghadapi masa depan,” ujarnya.
Untuk mendukung minat tersebut, IAIN Kendari telah mengintegrasikan materi bisnis dalam perkuliahan, menyelenggarakan seminar dan workshop dengan praktisi, serta menggelar program literasi bisnis intensif yang mencakup perencanaan usaha, manajemen keuangan, dan pemasaran.
Meski begitu, Prof. Husain tidak menampik adanya sejumlah tantangan seperti kurikulum yang belum sepenuhnya adaptif, keterbatasan sumber daya, serta mindset mahasiswa yang masih berorientasi mencari pekerjaan.
“Kami terus berupaya mengatasi hambatan ini dengan memperbarui kurikulum, memperluas kolaborasi, menginspirasi mahasiswa lewat kisah sukses, dan menyederhanakan regulasi,” tambahnya.
Rektor IAIN Kendari optimistis, semakin banyak mahasiswa yang memahami dan terjun ke dunia bisnis syariah akan menciptakan lapangan kerja baru serta mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara berbasis nilai-nilai Islam.
“Selama periode kami, ini adalah rekor MURI ketiga dan keempat. Ini menjadi penyemangat baru agar IAIN Kendari terus berinovasi dan menorehkan lebih banyak rekor di masa mendatang,” tutupnya. (N1)





