
Muna Barat, Datasultra.com – Satuan Pengelola Program Gizi (SPPG) Kecamatan Sawerigadi membantah kabar adanya belatung dalam menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah di wilayahnya.
Bantahan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala SPPG Kecamatan Sawerigadi, Jabar Nur, usai isu tersebut ramai beredar di media.
Menurut Jabar Nur, menu MBG yang disajikan pada Senin 10 November 2025 bukanlah ayam goreng seperti yang diberitakan, melainkan telur mata sapi, sayur capcai, tempe orek, dan buah anggur.
“Yang kami sajikan hari ini itu telur, bukan ayam. Jadi kami juga bingung kenapa di berita yang beredar disebut ayam goreng,” tegasnya saat ditemui awak media, Senin sore 10 November 2025.
Ia menjelaskan, menu ayam goreng terakhir kali disajikan pada Jumat, 7 November 2025, berupa ayam goreng kecap.
Sebelumnya, menu ayam goreng krispi disajikan pada 31 Oktober 2025, dan ayam balado pada Selasa minggu berikutnya.
“Artinya, rentang waktu antara menu ayam terakhir disajikan dengan tanggal pemberitaan itu sudah cukup lama,” jelas Jabar.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa setiap menu MBG telah melalui uji organoleptik dan pencicipan oleh Satgas Ketahanan Pangan Pemerintah Daerah sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah penerima manfaat.
“Setiap menu selalu diuji dan dicicipi terlebih dahulu oleh Satgas, Praka Akbar Munandar, bersama ahli gizi yang ditugaskan oleh pemerintah daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala PAUD Ayu Lestari, Kasmira, juga membantah pemberitaan tersebut. Ia memastikan bahwa pada hari kejadian tidak ada menu ayam yang disajikan.
“Menu yang dibagikan ke anak-anak hari ini adalah telur, bukan ayam. Selama program MBG berjalan di Sawerigadi, kami tidak pernah menemukan kasus seperti yang diberitakan. Semua aman dan terjaga kebersihannya,” ujar Kasmira.
Melalui klarifikasi ini, pihak SPPG Kecamatan Sawerigadi berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Program MBG ini bertujuan menambah gizi anak-anak, bukan membahayakan. Kami selalu memastikan kebersihan dan kualitas makanan yang disajikan,” pungkas Jabar Nur. (Len)





