
Konawe Selatan, Datasultra.com — Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka (ASR), meresmikan peletakan batu pertama pembangunan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lanud Halu Oleo di Kabupaten Konawe Selatan, Jumat 21 November 2025.
Pembangunan SPPG ini menjadi yang ke-301 dari total 324 dapur gizi yang direncanakan di seluruh Sultra. Proses konstruksi ditargetkan rampung dalam 45 hari dan mulai beroperasi pada Januari 2026.
Dapur SPPG Lanud Halu Oleo akan mendistribusikan Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi 3.589 siswa di 30 sekolah yang berada di Kecamatan Ranomeeto dan Ranomeeto Barat. Penerima manfaat terdiri atas 11 TK/PAUD, 13 SD, 4 SMP, 2 SMA, dan 1 pesantren.
Dalam sambutannya, Gubernur ASR menegaskan bahwa peletakan batu pertama ini bukan sekadar seremoni, tetapi memiliki makna strategis dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Kita tidak hanya meletakkan batu, tetapi meletakkan fondasi dalam membangun kesehatan dan gizi masyarakat Sulawesi Tenggara,” tegasnya.
ASR menjelaskan bahwa pembangunan SPPG merupakan langkah konkret pemerintah dalam mencegah stunting dan memastikan pemenuhan gizi masyarakat berjalan sistematis.
Ia optimistis bahwa dengan hadirnya jaringan SPPG di seluruh daerah, persoalan gizi tidak akan lagi menjadi hambatan pembangunan manusia di Sultra.
Selain fokus pada pelajar, dapur ini juga menyediakan layanan pemenuhan gizi untuk ibu hamil, guna memastikan kesehatan janin sehingga terhindar dari risiko stunting sejak dini.
Dari sisi ekonomi, Gubernur ASR menekankan bahwa SPPG juga diberdayakan sebagai penggerak ekonomi lokal.
Dapur SPPG Lanud Halu Oleo direncanakan bekerja sama dengan berbagai UMKM serta menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar.
“Petani kita, nelayan kita, peternak kita akan memiliki masa depan yang baik, khususnya dalam menggerakkan ekonomi mikro,” ujarnya.
Sulawesi Tenggara sendiri hingga kini tercatat sebagai provinsi dengan peringkat ketiga nasional untuk kategori pemenuhan gizi 3B, sebuah capaian yang menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. (As)





