
Baubau, Datasultra.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau menegaskan komitmennya dalam menjamin keberlanjutan fasilitas publik melalui penerimaan aset Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) dari enam pengembang perumahan di Kota Baubau.
Penyerahan aset berupa jalan, ruang terbuka hijau (RTH), serta masjid itu ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) antara Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim, SE, dengan para pengembang yang berlangsung di Rumah Jabatan Wali Kota Baubau, Selasa 2 Desember 2025.
Pj Sekretaris Daerah Kota Baubau, Drs. Meizat Amril Tamim, M.Si, yang hadir bersama Kepala Dinas Perkimtan Baubau, Dra. Hj. Amalia Abibu, M.Si, menjelaskan bahwa total nilai aset PSU yang diserahkan mencapai lebih dari Rp 3,4 miliar.
Seluruh aset tersebut telah melalui proses verifikasi ketat untuk memastikan kelengkapan administrasi dan kondisi fisik yang memenuhi standar teknis pemerintah daerah.
Meizat menyebutkan bahwa saat ini terdapat 67 pengembang perumahan di Kota Baubau. Namun, baru enam di antaranya yang menyerahkan kewajiban PSU kepada pemerintah daerah.
“Yang diserahkan berupa aset jalan dan beberapa ruang publik di kawasan perumahan. Ini memang kewajiban pengembang untuk diserahkan kepada pemerintah agar menjadi aset daerah dan bisa dimanfaatkan masyarakat dengan baik,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa sebagian besar pengembang masih berfokus pada pembangunan rumah sehingga fasilitas pendukung belum menjadi prioritas.
Namun, Pemkot Baubau telah memanggil seluruh pengembang dan melakukan sosialisasi agar mereka segera merampungkan fasilitas umum tersebut.
“Pengembang sudah tahu kewajibannya. Kita sudah minta mereka menyelesaikan seluruh fasilitas umum agar ketika masyarakat menempati rumah yang dibangun, mereka dapat menikmati fasilitas pendukungnya dengan layak,” tambah Meizat.
Pihaknya juga telah meminta Dinas Perkimtan bersama OPD terkait untuk memastikan seluruh pengembang yang belum menyerahkan aset PSU segera memenuhi kewajibannya.
Meizat kemudian menyampaikan apresiasi kepada para pengembang, terutama karena investasi mereka dinilai sangat membantu pemerintah daerah dalam penyediaan hunian bagi masyarakat.
“Investasi para pengembang, khususnya rumah subsidi, sangat mendukung pemerintah dan membantu masyarakat yang belum memiliki rumah. Karena itu kami berterima kasih atas kontribusi mereka,” tutupnya. (Sir)





