
Baubau, Datasultra.com – Pemerintah Kota Baubau melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) menggelar Sosialisasi Pendaftaran Penduduk Tahun 2025 di Aula Palagimata Kantor Wali Kota Baubau, Kamis 4 Desember 2025.
Kegiatan ini mengusung tema “Aktualisasi Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan melalui layanan berbasis digital untuk mewujudkan Baubau Kota Budaya yang ramah, cerdas, sejahtera dan bermartabat.”
Sosialisasi tersebut melibatkan para camat, lurah, RT, dan RW se-Kota Baubau, serta menghadirkan Kepala Dinas Dukcapil Provinsi Sulawesi Tenggara beserta jajaran sebagai narasumber. Acara dibuka oleh Plh Sekda Baubau, La Ode Aswad.
Kepala Disdukcapil Provinsi Sulawesi Tenggara, Muhammad Fadlansyah menekankan pentingnya administrasi kependudukan di era digital dan globalisasi saat ini.
Ia menjelaskan bahwa meski secara regulasi Dukcapil bukan termasuk layanan dasar pemerintahan seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, namun dokumen kependudukan kini telah menjadi kebutuhan fundamental dalam berbagai akses layanan publik.
“Masyarakat mungkin tidak akan sakit atau bodoh hanya karena tidak memiliki KTP elektronik. Tetapi tanpa KTP, masyarakat tidak bisa mengakses berbagai layanan, mulai dari transportasi umum, pendidikan anak, hingga bantuan sosial,” ujar Fadlansyah.
Ia menegaskan betapa vitalnya dokumen kependudukan sebagai akses awal terhadap hampir seluruh layanan pemerintahan dan sektor publik.
Muhammad Fadlansyah juga menekankan komitmen Disdukcapil Provinsi Sulawesi Tenggara untuk memastikan kualitas pelayanan administrasi kependudukan di seluruh kabupaten/kota, termasuk Baubau.
“Kami tidak ingin mendengar adanya pelayanan lambat, diskriminatif, apalagi berbayar. Semua layanan Dukcapil harus gratis dan dilakukan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Ia bahkan membuka ruang pengaduan langsung melalui kontak pribadinya apabila ditemukan adanya pungutan liar atau pelayanan yang tidak sesuai prosedur. Menurutnya, setiap laporan akan ditindak tegas.
Fadlansyah mendorong seluruh perangkat daerah di Kota Baubau untuk memanfaatkan data kependudukan sebagai dasar perencanaan dan pengambilan kebijakan.
Data Dukcapil disebut sebagai data paling lengkap dan paling mutakhir yang dimiliki pemerintah.
“Sayang sekali jika perangkat daerah tidak memanfaatkan data ini. Database Dukcapil sangat lengkap dan update. Ini penting untuk penyusunan program, pelayanan publik, dan pengambilan keputusan,” jelasnya.(Sir)





