
Kendari, Datasultra.com – Komisi IX DPR RI mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) atas keberhasilannya mencapai cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage (UHC) hingga 103,33 persen.
Pencapaian tersebut dinilai melampaui target nasional dan menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia.
Apresiasi itu disampaikan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, M. Yahya Zaini, dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi IX DPR RI di Sultra yang diterima langsung oleh Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka (ASR) di Ruang Pola Kantor Gubernur, Rabu 10 Desember 2025.
“Kami memberikan apresiasi yang tinggi atas capaian kepesertaan JKN di Provinsi Sulawesi Tenggara. Per 1 Agustus 2024, jumlah peserta telah mencapai 2.849.818 jiwa atau 103,33 persen, melampaui UHC. Tingkat keaktifan peserta pun mencapai 80 persen. Ini prestasi yang harus dipertahankan,” ujarnya.
UHC merupakan sistem jaminan kesehatan yang memastikan seluruh penduduk mendapatkan akses layanan kesehatan bermutu tanpa kendala biaya.
Di Indonesia, UHC diwujudkan melalui program JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan. Target nasional UHC ditetapkan minimal 98 persen penduduk terdaftar sebagai peserta.
Komisi IX DPR RI juga memberikan apresiasi atas prestasi Sultra yang menempati posisi kedua nasional dalam realisasi layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
“Ini capaian yang luar biasa dan menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam peningkatan layanan kesehatan,” tambah Yahya.
Komisi IX menyatakan bahwa kunjungan kerja ini bertujuan menyerap aspirasi pemerintah daerah untuk diteruskan kepada kementerian terkait agar penguatan layanan kesehatan di Sulawesi Tenggara dapat terus berkelanjutan.
Gubernur Andi Sumangerukka menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil komitmen Pemprov Sultra dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan akses kesehatan.
“Kami telah meningkatkan kapasitas rujukan regional Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Oputa Yi Koo. Kini rumah sakit tersebut mampu menyelenggarakan operasi bedah jantung terbuka sehingga menjadi salah satu rujukan utama di Sulawesi Tenggara,” jelasnya.
Selain itu, pemprov juga memperkuat ketersediaan tenaga kesehatan melalui alokasi beasiswa dan pelatihan tenaga medis. Pada sektor penanggulangan tuberkulosis, pemerintah daerah membentuk Koalisi Organisasi TBC (KOPI TB) serta menambah mesin tes cepat molekuler hingga tingkat puskesmas. (As)





