Wagub Sultra Tekankan Peran Strategis ASN dalam Latsar CPNS 2025

Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ir. Hugua, M.Ling., secara resmi membuka Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2025 Gelombang VII Lingkup Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan, bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulawesi Tenggara.
Listen to this article

Kendari, Datasultra.com– Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ir. Hugua, M.Ling., secara resmi membuka Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2025 Gelombang VII Lingkup Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan, bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulawesi Tenggara.

Pembukaan Latsar yang meliputi CPNS Golongan III Angkatan XVI, XVII, XVIII, XIX, dan XX serta Golongan II Angkatan VI dengan metode blended learning ini berlangsung di Hotel Kubra Kendari, Senin 15 Desember 2025.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Konawe Selatan, Kepala BPSDM Provinsi Sulawesi Tenggara beserta jajaran, para widyaiswara, instruktur, panitia pelaksana, serta peserta Latsar CPNS dari Kabupaten Konawe Selatan dan Kabupaten Muna.

Dalam sambutannya, Wagub Hugua menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta Latsar yang kini resmi menjadi bagian dari aparatur negara.

Ia menegaskan bahwa Latsar bukan sekadar pelatihan administratif, melainkan proses pembentukan karakter dan integritas sebagai ASN.

“Saudara-saudari telah masuk ke dalam sistem negara dan sistem pemerintahan. Oleh karena itu, pelatihan dasar ini bertujuan untuk membentuk kapasitas, kemampuan, serta karakter agar mampu menyesuaikan diri dalam sistem pemerintahan,” ujarnya.

Wagub menekankan bahwa sistem pemerintahan memiliki karakter yang berbeda dengan dunia swasta maupun kehidupan masyarakat umum. ASN bekerja berdasarkan regulasi, undang-undang, serta tata kelola yang ketat.

“Latsar ini memperkenalkan bagaimana sistem pemerintahan bekerja. Di sinilah saudara dibekali latihan kenegaraan, baris-berbaris, pembinaan moral dan mental, serta pembentukan disiplin sebagai aparatur negara,” jelasnya.

Dalam analoginya, Wagub menggambarkan sistem pemerintahan seperti tubuh manusia yang saling terhubung.

Presiden diibaratkan sebagai otak, gubernur sebagai jantung, bupati sebagai tangan dan kaki, hingga camat, lurah, kepala desa, dan RT sebagai unsur terkecil yang menopang keberlangsungan negara.

“Jika satu bagian saja terganggu, maka sistem itu tidak sehat. Demikian pula negara, pemerintah pusat sangat bergantung pada daerah, dan daerah sangat bergantung pada ASN di tingkat paling bawah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wagub mengingatkan agar ASN tidak berpikir sempit dan lokalistik. ASN dituntut memiliki wawasan luas serta memahami posisi daerahnya dalam konteks nasional dan global.

“Cara pandang saudara terhadap diri sendiri dan wilayah tempat mengabdi sangat menentukan. Sulawesi Tenggara memiliki posisi geostrategis dan geopolitik yang penting dalam percaturan nasional maupun global,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa pergeseran peradaban dunia saat ini bergerak ke kawasan Indo-Pasifik, di mana Indonesia diproyeksikan menjadi salah satu pusat kekuatan dunia pada momentum Indonesia Emas 2045.

“Dengan bonus demografi dan visi kepemimpinan nasional yang kuat, Indonesia memiliki peluang besar menjadi kekuatan global. Kunci keberhasilannya ada pada kualitas ASN sebagai pelayan masyarakat,” katanya.

Wagub juga menekankan pentingnya membangun ASN berkelas internasional, yakni aparatur yang profesional, berdaya saing, serta mampu menjawab tantangan global dalam pelayanan publik.

“Ke depan, Sulawesi Tenggara diyakini menjadi simpul penting perdagangan dan konektivitas kawasan. Penguatan pelabuhan, bandara, dan percepatan ekspor akan membuka peluang besar bagi daerah ini,” tambahnya.

Menutup sambutannya, Wakil Gubernur Sultra mengajak seluruh peserta Latsar CPNS menjadikan pelatihan dasar ini sebagai momentum membangun integritas, disiplin, dan semangat pengabdian.

“Saudara-saudari adalah bagian dari masa depan bangsa. Layani masyarakat dengan sepenuh hati, pahami peran dalam sistem negara, dan bersiaplah menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan kinerja terbaik,” pungkasnya. (Adv)

Facebook Comments Box