
Baubau, Datasultra.com — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus menggencarkan pelaksanaan pasar murah guna menekan laju inflasi dan menjaga stabilitas harga bahan pokok.
Olehnya itu, TPID Kota Baubau kembali menggelar pasar murah di pelataran Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kota Baubau, Senin 15 Desember 2025.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang memadati lokasi sejak pagi hari.
Kepala Dinas Perindag Kota Baubau, H. La Ode Hasan, SE., M.Si., dalam keterangan persnya mengatakan, pasar murah dilaksanakan selama tiga hari, mulai 15 hingga 18 Desember 2025, sebagai respons atas meningkatnya permintaan kebutuhan pokok menjelang Nataru.
“Menjelang Natal dan Tahun Baru, permintaan masyarakat terhadap bahan pokok cenderung meningkat. Kondisi ini berpotensi memicu kenaikan harga di pasar. Karena itu, Pemkot Baubau melalui TPID menggelar pasar murah untuk menekan lonjakan harga sekaligus mencegah kelangkaan,” ujarnya.
Untuk menyukseskan kegiatan tersebut, Pemkot Baubau menggandeng sejumlah pihak, di antaranya Hypermart, Perum Bulog, distributor minyak goreng, telur, serta distributor bawang merah dan bawang putih.
La Ode Hasan menjelaskan, dalam pelaksanaan pasar murah, masyarakat diwajibkan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) guna memastikan pembelian berjalan tertib dan tepat sasaran. Selain itu, masyarakat juga diminta membawa tas belanja sendiri dari rumah.
Sejumlah komoditas dijual dengan harga subsidi, di antaranya beras merek Anoa ukuran 10 kilogram dari harga semula Rp145.000 menjadi Rp125.000. Telur ayam ras dijual dari Rp56.000 per rak menjadi Rp41.000 per rak. Minyak goreng Bimoli ukuran dua liter dari Rp45.000 menjadi Rp35.000.
Sementara itu, gula pasir merek Rose Brand dari Rp19.000 per kilogram menjadi Rp14.000 per kilogram. Bawang merah disubsidi dari Rp45.000 menjadi Rp35.000 per kilogram, serta bawang putih dari Rp35.000 menjadi Rp25.000 per kilogram.
Saat ini, pelaksanaan pasar murah oleh Dinas Perindag difokuskan di wilayah dalam kota. Namun, kegiatan serupa juga dilaksanakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Ketapang) di seluruh kecamatan se-Kota Baubau.
“Menjelang Nataru kami terus merespons kebutuhan masyarakat dan aktif berkomunikasi dengan para distributor untuk memastikan ketersediaan stok di gudang. Harapannya, pasar murah ini dapat membantu masyarakat sekaligus menekan harga di pasaran,” pungkas La Ode Hasan. (Sir)





