
Kendari, Datasultra.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) atau Basarnas Kendari menurunkan ratusan personel dan potensi SAR di berbagai titik keramaian untuk siaga SAR khsusu natal 2025 dan tahun baru 2026 (nataru).
Pelaksanaan siaga SAR khusus digelar selama 19 hari mulai 19 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Pembukaan Siaga SAR khusus dibuka langsung oleh Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dan dihadiri langsung para Pimti Madya, Pimti Pratama Basarnas, tamu undangan dari potensi SAR serta 45 KPP seluruh Indonesia secara daring.
Kabasarnas menyampaikan siaga SAR khusus natal dan tahun baru merupakan siaga untuk mengantisipasi potensi ancaman yang ditimbulkan akibat mobilisasi masyarakat yang sangat tinggi dengan tujuan untuk menjamin kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kecelakaan, bencana dan kondisi darurat, mempercepat response time, memperkuat koordinasi lintas instansi dalam menjamin keselamatan masyarakat dan menekan jumlah korban jiwa melalui upaya pencegahan, mitigasi dan respon cepat.
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan bersama Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Komunikasi dan digital, serta akademisi, tercatat 42,01% penduduk Indonesia, atau sekitar 119,5 juta orang, berpotensi melakukan perjalanan pada masa libur nataru 2025/2026.
“Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 2,71% dibandingkan tahun sebelumnya,” ucap Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dalam sambutannya.
Atas dasar prediksi tersebut, akan terjadi mobilitas masyarakat secara besar-besaran. Kemacetan di jalan raya, kecelakaan moda transportasi, serta kedaruratan di kawasan wisata senantiasa mengintai pada saat masyarakat merayakan liburan nataru. Selain itu, berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG, puncak musim penghujan diprediksi terjadi pada periode Desember 2025 hingga Januari 2026.
“Situasi ini perlu diantisipasi, terlebih dengan adanya beberapa fenomena atmosfer yang aktif, seperti Siklon Bakung, Bibit Siklon 93S, dan Bibit Siklon 95S, yang dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan dan intensitas curah hujan di wilayah sekitarnya. Potensi kenaikan permukaan air laut yang dapat menyebabkan banjir rob di berbagai wilayah pesisir Indonesia juga tidak luput dari perhatian dan kesiapsiagaan Basarnas,” terangnya.
Kondisi tersebut menimbulkan potensi kedaruratan yang mengancam keselamatan masyarakat, antara lain berupa bencana hidrometeorologi seperti banjir dan banjir bandang, tanah longsor, badai tropis, serta angin puting beliung. Kejadian bencana hidrometeorologi di beberapa wilayah Indonesia, seperti di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, menjadi bukti nyata bahwa ancaman tersebut perlu diantisipasi secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Selain itu, lanjut dia, bencana geologi seperti gempa bumi, tsunami, dan erupsi gunung api juga perlu diwaspadai, mengingat secara geografis dan geologis negara kita berada di kawasan yang rentan terhadap bencana tersebut. Dengan adanya berbagai potensi kedaruratan tersebut, Basarnas menggelar Operasi Siaga SAR Gabungan berskala nasional secara terpadu dan bersinergi bersama seluruh pihak terkait. Basarnas juga berkomitmen untuk selalu siap siaga secara nasional dalam menghadapi bencana.
Sementara itu, Kepala KPP Kendari Amiruddin mengatakan, siaga SAR khusus nataru dengan mempersiapkan 149 personel dan 544 potensi SAR yang telah dibina oleh KPP Kendari diseluruh wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
“Dalam siaga SAR khusus nataru personel akan disiagakan di beberapa lokasi strategis sepertiseperti bandara, pelabuhan, terminal dan tempat wisata,” terang Amiruddin. (Ld)





