
Kendari, Datasultra.com– Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) akhirnya angkat bicara terkait isu liar mengenai keberadaan sosok yang disebut-sebut sebagai “gubernur bayangan”, yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.
Isu tersebut dipastikan tidak benar dan dinilai sebagai informasi menyesatkan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sultra, Dr. Ridwan Badallah, menegaskan bahwa tidak pernah ada individu di luar struktur pemerintahan yang menjalankan ataupun mengambil alih kewenangan Gubernur Sultra.
“Tidak ada yang namanya gubernur bayangan. Itu narasi keliru, tidak berdasar, dan tidak bisa dipertanggungjawabkan,” tegas Ridwan saat memberikan keterangan kepada media.
Menurutnya, tudingan tersebut muncul tanpa disertai fakta maupun data yang valid, sehingga berpotensi menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat serta mengganggu stabilitas penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Menanggapi nama Mister P yang kerap disebut dalam isu tersebut, Ridwan menjelaskan bahwa yang bersangkutan merupakan Ketua Tim Ahli Gubernur Sultra.
Kehadirannya dalam sejumlah agenda pemerintahan, termasuk memimpin jalannya rapat, merupakan hal yang sah dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Beliau menjalankan tugas atas perintah langsung Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka. Itu sebatas fungsi administratif dan koordinatif, bukan sebagai pengambil kebijakan,” jelasnya.
Ridwan menegaskan, seluruh keputusan strategis pemerintahan tetap berada sepenuhnya di tangan Gubernur Sultra sesuai kewenangan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.
Tidak ada pelimpahan kekuasaan ataupun praktik pemerintahan di luar mekanisme resmi.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh konten yang belum terverifikasi kebenarannya.
“Pastikan informasi berasal dari sumber resmi dan dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai hoaks justru merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah,” pungkasnya.
Diketahui, isu “gubernur bayangan” mencuat setelah beredarnya sejumlah video di media sosial, salah satunya diunggah oleh Ruslan Buton, yang kemudian memicu beragam spekulasi di ruang publik. (As)





