
Baubau, Datasultra.com– Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Baubau mencatat realisasi kinerja Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Tahun 2025 mencapai 96,60 persen.
Capaian tersebut mencerminkan efektivitas pelaksanaan program pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi, hingga pemberantasan narkoba di wilayah Kota Baubau.
Kepala BNN Kota Baubau, Alamsyah, S.Sos., M.Si, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil sinergi lintas sektor antara BNN, pemerintah daerah, institusi pendidikan, serta partisipasi aktif masyarakat.
“Capaian ini menunjukkan bahwa upaya P4GN di Kota Baubau berjalan cukup optimal. Kami terus memperkuat pendekatan pencegahan, rehabilitasi yang humanis, serta pemberantasan yang tegas terhadap jaringan peredaran narkoba,” ujar Alamsyah saat konferensi pers realisasi kinerja di kantor BNN Kota Baubau, Rabu 31 Desember 2025.
Pada bidang pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, BNN Kota Baubau berhasil merealisasikan target 100 persen, di antaranya melalui pembentukan Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba) serta penguatan ketahanan keluarga dan remaja.
Hingga 2025, tercatat 11 kelurahan di Kota Baubau telah ditetapkan sebagai Kelurahan Bersinar berdasarkan Keputusan Wali Kota Baubau.
Selain itu, kegiatan penyebaran informasi dan edukasi P4GN dilaksanakan sebanyak 50 kali dengan jumlah peserta mencapai 5.163 orang, baik melalui penyuluhan langsung maupun media luar ruang dan radio.
Dalam bidang rehabilitasi, BNN Kota Baubau memberikan layanan rehabilitasi rawat jalan kepada 29 klien, melampaui target yang ditetapkan.
Program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) juga terus berjalan, dengan layanan rehabilitasi dan pascarehabilitasi yang mencapai 100 persen dari target.
“Pendekatan rehabilitasi tetap kami kedepankan secara humanis agar para penyalahguna dapat pulih, produktif, dan kembali berfungsi secara sosial,” jelas Alamsyah.
Sementara pada bidang pemberantasan, BNN Kota Baubau melaksanakan layanan asesmen terpadu terhadap 7 tersangka, melebihi target awal.
Dari hasil asesmen tersebut, sebagian besar direkomendasikan menjalani rehabilitasi. BNN juga melakukan pemetaan kawasan rawan narkoba serta koordinasi penanganan kasus dengan BNN Provinsi Sulawesi Tenggara dan Polres Baubau.
Untuk deteksi dini, BNN Kota Baubau melaksanakan tes urine terhadap 655 orang di berbagai instansi, lingkungan pendidikan, dan masyarakat, dengan hasil seluruhnya negatif narkoba.
Alamsyah menegaskan, ke depan BNN Kota Baubau akan terus memperkuat kolaborasi dan inovasi program agar upaya P4GN semakin tepat sasaran.
“Permasalahan narkoba adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap dukungan seluruh elemen masyarakat agar Kota Baubau semakin tangguh dan bersih dari ancaman narkoba,” tutupnya. (Sir)





