Inflasi Sultra Akhir 2025 Tetap Terkendali

Ilustrasi.
Listen to this article

Kendari, Datasultra.com – Tekanan harga di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) hingga penghujung 2025 masih berada dalam batas aman.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) Sultra pada Desember 2025 sebesar 2,86 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 109,61.

Pelaksana Tugas Kepala BPS Sultra, Andi Kurniawan, mengungkapkan bahwa dari seluruh daerah yang dipantau, Kabupaten Kolaka menjadi wilayah dengan inflasi tertinggi, yakni 3,45 persen dengan IHK 110,64.

Sebaliknya, Kota Baubau mencatat inflasi paling rendah sebesar 2,07 persen dengan IHK 110,05.

“Kenaikan inflasi tahunan terutama dipengaruhi oleh meningkatnya harga di sejumlah kelompok pengeluaran utama,” ujar Andi dalam konferensi pers di Kantor BPS Sultra, Senin 5 Januari 2026.

Ia menjelaskan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami kenaikan cukup besar sebesar 3,84 persen. Lonjakan paling tinggi terjadi pada kelompok pendidikan yang menembus 5,05 persen.

Sementara itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mencatat peningkatan signifikan hingga 9,78 persen.

Selain itu, kenaikan harga turut terjadi pada kelompok kesehatan sebesar 2,35 persen, transportasi 2,01 persen, serta penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 2,54 persen.

Adapun kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik 0,98 persen, disusul kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,72 persen.

Namun demikian, tidak seluruh kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga. Beberapa justru mencatat deflasi secara tahunan, seperti kelompok pakaian dan alas kaki yang turun 0,81 persen.

Penurunan juga terjadi pada kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,12 persen, serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,04 persen.

Secara bulanan atau month to month (m-to-m), inflasi Sultra pada Desember 2025 tercatat sebesar 0,22 persen. Sementara secara kumulatif sejak awal tahun atau year to date (y-to-d), inflasi berada di angka 2,86 persen.

“Secara umum, pergerakan harga di Sulawesi Tenggara sepanjang 2025 masih relatif stabil, meskipun ada tekanan harga pada beberapa sektor menjelang akhir tahun,” tutupnya. (N1)

Facebook Comments Box