
Baubau, Datasultra.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara mencatat inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) Sultra pada Desember 2025 sebesar 2,86 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 109,61.
Dari seluruh kabupaten/kota di Sultra, Kabupaten Kolaka menjadi daerah dengan inflasi tertinggi, yakni 3,45 persen dengan IHK 110,64.
Sementara itu, Kota Baubau mencatatkan kinerja terbaik dengan inflasi terendah sebesar 2,07 persen dan IHK 110,05.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Baubau, H. La Ode Ali Hasan, mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari langkah konkret pemerintah daerah dalam mengendalikan harga dan menjaga ketersediaan bahan pokok di pasaran.
“Memang selalu ada dinamika, seperti beras yang sempat mengalami sedikit kenaikan harga dan berpengaruh terhadap inflasi. Karena itu, langkah konkret yang kami lakukan adalah terus berkoordinasi dengan daerah penghasil beras,” ujarnya, Rabu 7 Januari 2026.
Ia menjelaskan, produksi beras lokal Baubau, termasuk dari wilayah Ngkari-Ngkari, belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara menyeluruh. Oleh sebab itu, pemerintah memastikan pasokan dari luar daerah tetap lancar.
“Upaya yang kami lakukan mencakup pengendalian seluruh kebutuhan pokok, mulai dari beras, minyak goreng, telur ayam, gula, hingga komoditas strategis lainnya,” jelasnya.
Terkait ketersediaan stok, Ali Hasan memastikan kondisi pasokan bahan pokok di Baubau relatif aman hingga pasca Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Memasuki Januari hingga Februari 2026, terutama menjelang bulan Ramadan, pengawasan akan terus diperketat.
“Pemerintah setiap saat memastikan stok tersedia di pasaran dan harga tetap terjangkau oleh masyarakat. Itu yang kami lakukan sehingga inflasi akhir 2025 dapat terkendali,” tegasnya.
Selain pengawasan harga, Dinas Perdagangan juga memastikan kelancaran distribusi barang, baik dari dalam maupun luar daerah, agar tidak terjadi kelangkaan.
Kata dia, operasi pasar murah turut menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga di Kota Baubau.
“Distribusi dan ketersediaan barang terus kami pantau, dan operasi pasar murah menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi,” pungkasnya. (Sir)





