Rabu, Februari 4, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Sekolah Pasar Modal Syariah OJK–BEI, Investor Sultra Tumbuh 40 Persen

Listen to this article

Kendari, Datasultra.com – Upaya memperluas literasi keuangan berbasis syariah terus diperkuat di Sulawesi Tenggara.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Sultra dan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kendari menggelar Sekolah Pasar Modal Syariah di Aula Gedung Kementerian Haji Kota Kendari, Rabu 21 Januari 2026.

Kegiatan ini diikuti 76 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag Kota Kendari sebagai bagian dari strategi membangun investor yang cerdas, aman, dan sesuai prinsip syariah.

Manajer Madya PEPK dan LMSt OJK Sulawesi Tenggara, Desiyani Patra Rapang, mengungkapkan bahwa geliat investasi masyarakat Sultra terus menunjukkan tren positif.

Hingga November 2025, jumlah Single Investor Identification (SID) tercatat mencapai 157.693 rekening, tumbuh 40,68 persen secara year-on-year.

“Pertumbuhan investor ini menjadi sinyal baik bagi penguatan inklusi keuangan daerah. Namun, peningkatan jumlah investor harus dibarengi dengan pemahaman risiko dan keamanan berinvestasi,” ujar Desiyani.

OJK Sultra menekankan pentingnya prinsip 2L: Legal dan Logis sebagai fondasi sebelum berinvestasi. Masyarakat diminta memastikan legalitas pihak penawar investasi serta menilai kewajaran imbal hasil yang dijanjikan, agar tidak terjebak dalam praktik ilegal seperti skema ponzi maupun penyalahgunaan nama perusahaan berizin.

Urgensi edukasi ini diperkuat oleh data Indonesia Anti-Scam Centre (IASC). Sepanjang periode laporan, kerugian akibat aktivitas keuangan ilegal di Sulawesi Tenggara mencapai Rp21,8 miliar. Kota Kendari tercatat sebagai wilayah dengan laporan terbanyak, yakni 579 laporan, dengan total kerugian sekitar Rp10,7 miliar.

“Data ini menunjukkan bahwa literasi keuangan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan,” tegas Desiyani.

Kepala Kantor Kemenag Kota Kendari, Hj. Marni, mengapresiasi kolaborasi OJK dan BEI dalam menghadirkan Sekolah Pasar Modal Syariah. Ia menilai kegiatan ini selaras dengan upaya meningkatkan pemahaman keuangan syariah di kalangan ASN.

“Kami mendukung penuh kegiatan ini sebagai bagian dari penguatan literasi keuangan yang aman dan sesuai nilai syariah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor BEI Sulawesi Tenggara, Bayu Saputra, menegaskan bahwa pasar modal syariah di Indonesia telah melalui proses seleksi ketat. Aspek kehalalan produk dan kegiatan usaha emiten diawasi langsung oleh Dewan Syariah Nasional–MUI dan OJK.

“Masyarakat tidak perlu ragu berinvestasi di pasar modal syariah. Seluruh instrumen telah disesuaikan dengan prinsip syariah dan diawasi secara berkelanjutan,” jelasnya.

Penyelenggaraan Sekolah Pasar Modal Syariah ini sekaligus menjadi dukungan nyata terhadap program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Kota Kendari.

Melalui sinergi OJK, BEI, dan Kemenag, diharapkan partisipasi masyarakat di pasar modal syariah terus meningkat dan memberi kontribusi langsung bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (N1)

Facebook Comments Box

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

− 4 = 2

Popular Articles