Senin, Mei 25, 2026

BERITA TERKINI

POLITIK

OJK: Industri Jasa Keuangan Sultra Tumbuh Positif di Awal 2026

Kendari, Datasultra.com – Kinerja industri jasa keuangan di Sulawesi Tenggara (Sultra) pada triwulan I tahun 2026 menunjukkan tren positif. Pertumbuhan terjadi di sektor perbankan, pasar modal, hingga layanan keuangan digital yang semakin diminati masyarakat.

Kepala OJK Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, mengatakan stabilitas sektor jasa keuangan daerah tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi yang berlangsung saat ini.

“Pertumbuhan intermediasi perbankan, meningkatnya aktivitas investasi masyarakat, serta perkembangan layanan keuangan digital menjadi penopang utama pertumbuhan sektor jasa keuangan Sultra,” ujarnya.

Pada sektor perbankan, total aset perbankan Sultra tercatat mencapai Rp62,29 triliun atau tumbuh 5,76 persen secara tahunan (year on year/yoy). Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) naik menjadi Rp33,75 triliun atau tumbuh 5,25 persen yoy.

Penyaluran kredit juga mengalami peningkatan menjadi Rp54,43 triliun atau tumbuh 4,86 persen yoy. Kredit konsumsi masih mendominasi dengan porsi 48,5 persen, disusul kredit modal kerja 32 persen dan kredit investasi 19,6 persen. Meski kredit tumbuh, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) masih terjaga di level rendah sebesar 1,85 persen.

Kredit untuk sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tercatat mencapai Rp16,45 triliun atau sekitar 30,2 persen dari total kredit perbankan di Sultra. Sektor rumah tangga, perdagangan, pertanian, industri pengolahan, dan pertambangan menjadi penopang utama penyaluran kredit daerah.

Secara wilayah, Kota Kendari masih menjadi pusat aktivitas perbankan dengan total kredit mencapai Rp23,09 triliun dan penghimpunan DPK sebesar Rp20,45 triliun.

Sementara itu, minat masyarakat Sultra terhadap investasi pasar modal juga terus meningkat. Hingga Maret 2026, jumlah investor yang tercatat dalam Single Investor Identification (SID) mencapai 156.131 investor atau tumbuh 76,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Aktivitas transaksi saham masyarakat juga cukup tinggi dengan nilai transaksi mencapai Rp447,92 miliar dan frekuensi transaksi sebanyak 134.502 kali. Kota Kendari menjadi daerah dengan aktivitas investor terbesar, disusul Kabupaten Kolaka dan Kota Baubau.

Di sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), industri asuransi mencatat total premi sebesar Rp168,70 miliar atau tumbuh 1,9 persen yoy. Sedangkan perusahaan pembiayaan membukukan outstanding pembiayaan sebesar Rp6,90 triliun dengan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) tetap terkendali di angka 2,65 persen.

Layanan fintech lending juga terus berkembang. Outstanding pinjaman fintech pada Desember 2025 tercatat mencapai Rp804,60 miliar atau tumbuh 28,4 persen secara tahunan. Tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) masih berada di level aman sebesar 1,48 persen.

Selain itu, OJK Sultra juga terus memperkuat edukasi dan perlindungan konsumen. Hingga Maret 2026, OJK telah melaksanakan 40 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau lebih dari 50 ribu peserta di berbagai daerah di Sultra.

OJK Sultra bersama Satgas PASTI juga terus memperkuat koordinasi dalam penanganan aktivitas keuangan ilegal, termasuk kasus AMG Pantheon.

Bismi menegaskan pihaknya akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan pelaku industri jasa keuangan agar sektor jasa keuangan di Sultra tetap tumbuh sehat, inklusif, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. (N1)

Facebook Comments Box

BERITA POPULER