Kendari, Datasultra.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) se-Sulawesi Tenggara Tahun 2026 yang mengusung tema Membangun Sinergi Bersama Mewujudkan Ekosistem Digital Daerah di Kendari, Selasa 9 Juni 2026.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BBLSDM Komdigi Makassar Baso Saleh, Kepala Wilayah Kerja VI BAKTI Komdigi Muhammad Luthfi Akib, Sekretaris BPW Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Sulampua Bahtiar, serta kepala dinas kominfo kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara.
Rakor tersebut dimaksudkan untuk mengonsolidasikan percepatan pemerataan akses digital di Sultra.
Saat memberi sambutan, Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Provinsi Sultra Rony Yakob mengungkapkan, pembangunan ekosistem digital daerah merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditunda dalam mendukung percepatan reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Menurutnya, ketersediaan infrastruktur dan akses digital saat ini bukan lagi sekadar kebutuhan pelengkap, melainkan telah menjadi kebutuhan dasar dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan, peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.
“Oleh karena itu, diperlukan pembangunan ekosistem digital yang terintegrasi mulai dari infrastruktur, layanan, hingga sumber daya manusia,” kata Rony Yakob.
Rony Yakob menjelaskan, pemerintah terus mendorong berbagai program strategis untuk mempercepat transformasi digital di Sulawesi Tenggara.
Program tersebut meliputi pembangunan infrastruktur digital, pemetaan wilayah blankspot, penyediaan internet di ruang publik dan sekolah, pengukuran indeks digital daerah, serta penguatan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Lebih lanjut, Rony Yakob menilai kesenjangan akses digital antarwilayah masih menjadi tantangan yang perlu diatasi bersama.
Untuk itu, diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyelenggara telekomunikasi, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan agar layanan digital dapat menjangkau masyarakat secara merata.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Sultra Andi Syahrir mengatakan, pihaknya saat ini tengah merancang sejumlah program prioritas, di antaranya penyediaan Wifi Publik di 17 kabupaten/kota, pendataan 94 sekolah yang akan diusulkan dalam program internet sekolah, serta pengukuran indeks kompetensi digital ASN, dan pelatihan teknis digital bekerjasama dengan Balai Besar Pelatihan SDM Komdigi Makassar.
Menurutnya, kehadiran layanan internet di ruang publik tidak hanya memudahkan masyarakat mengakses informasi dan layanan digital, tetapi juga berpotensi mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
Selain itu, Pemprov Sultra juga tengah menggagas penyediaan akses internet bagi SMA, SMK, dan SLB yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
Program tersebut diprioritaskan bagi sekolah-sekolah yang telah memiliki akses listrik namun belum terjangkau jaringan internet, sehingga dapat mendukung pemerataan akses pembelajaran digital dan peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
Andi Syahrir menambahkan bahwa penguatan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam transformasi digital.
Untuk itu, Pemprov Sultra bekerjasama dengan BBLSDM Komdigi Makassar dalam mendorong asesmen dan pelatihan kompetensi digital ASN.
Menurutnya, peningkatan kapasitas aparatur akan menjadi fondasi penting dalam menghadirkan layanan pemerintahan yang lebih efektif, modern, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (As)

