Baubau, Datasultra.com – Kapolres Baubau, AKBP Noer Alam, S.I.K., membuka ruang dialog bersama sejumlah wartawan di Kota Baubau, Senin 12 Oktober 2026.
Pertemuan tersebut membahas insiden yang melibatkan kontributor tvOne, Jamil, dengan oknum anggota Polres Baubau saat menjalankan tugas jurnalistik.
Dalam pertemuan itu, Noer Alam menyampaikan permohonan maaf kepada Jamil dan seluruh insan pers. Ia mengakui peristiwa tersebut menjadi perhatian serius yang perlu dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki hubungan kemitraan antara kepolisian dan media.
Kapolres berharap kejadian itu tidak memicu permusuhan berkepanjangan. Sebaliknya, persoalan tersebut diharapkan menjadi pelajaran bagi kedua pihak untuk membangun komunikasi yang lebih baik.
Ia juga menyampaikan bahwa anggota yang terlibat telah diamankan di Polda Sulawesi Tenggara. Penanganan kasus tersebut diharapkan berjalan dengan baik, disertai keterbukaan dan evaluasi internal kepolisian.
“Kita bersatu, tidak perlu ada permusuhan. Kejadian ini menjadi pembelajaran agar ke depan kita bisa lebih baik,” ujar Noer Alam.
Ia menegaskan komitmennya untuk memberikan pembinaan kepada personel agar memahami tugas dan fungsi wartawan. Menurutnya, kepolisian dan pers memiliki peran berbeda, tetapi sama-sama berkontribusi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Noer Alam turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang kecewa atas insiden tersebut. Ia berharap hubungan Polres Baubau dengan insan pers kembali terjalin erat dengan mengedepankan keterbukaan dan profesionalisme.
Perwakilan Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Andi Lopes Eba, dalam dialog itu menekankan bahwa persoalan tersebut tidak hanya menyangkut insiden yang dialami Jamil, tetapi juga dugaan tindakan berlebihan oleh oknum anggota kepolisian.
Ia menilai dugaan perampasan telepon seluler yang digunakan sebagai alat kerja wartawan merupakan persoalan serius. Menurutnya, tugas jurnalistik harus dihormati dan tidak boleh dihambat melalui tindakan yang bertentangan dengan kebebasan pers.
Andi berharap peristiwa serupa tidak terulang. Ia juga mendorong peningkatan pemahaman mengenai tugas dan mekanisme kerja jurnalistik di lingkungan kepolisian agar hubungan kedua pihak dapat kembali terbangun melalui komunikasi dan kolaborasi.
Senada dengan itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Baubau, La Ode Aswarlin, menyebut insiden yang dialami Jamil turut dirasakan oleh wartawan lainnya.
“Jamil dibanting, kita semua merasakan sakitnya,” ungkap Aswarlin.
Ia mengingatkan bahwa polisi dan wartawan memiliki tanggung jawab masing-masing dalam menjalankan tugas. Karena itu, persoalan tersebut diharapkan menjadi momentum pembenahan, bukan berkembang menjadi konflik berkepanjangan.
Sekretaris Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Baubau, Mulyadi, mengapresiasi langkah Kapolres yang mempertemukan kepolisian dengan wartawan untuk membicarakan persoalan tersebut secara langsung.
Mulyadi mengaku terkejut dengan kejadian yang menimpa Jamil. Ia menilai dialog menjadi langkah penting untuk menjaga silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi antara kepolisian dan media.
Ia menegaskan bahwa kerja wartawan berpedoman pada peraturan perundang-undangan dan kode etik jurnalistik. Karena itu, setiap pihak diharapkan menghormati tugas pers serta tidak melakukan tindakan yang menghalangi peliputan atau merampas peralatan kerja wartawan.
Sementara itu, Jamil mengaku kecewa atas peristiwa yang dialaminya. Ia merasa terpukul karena sebelumnya menilai hubungan dirinya dengan sejumlah personel kepolisian berjalan baik.
Meski demikian, Jamil berharap kasus tersebut diselesaikan secara adil dan bertanggung jawab. Ia meminta proses penanganan dilakukan secara transparan, termasuk memberikan kepastian mengenai sanksi terhadap anggota yang terbukti melakukan pelanggaran.
Jamil juga menyampaikan bahwa saat ini dirinya masih memprioritaskan kesembuhan anaknya. Ia berharap persoalan tersebut dapat dituntaskan tanpa merusak hubungan antara pers dan kepolisian.
Menanggapi berbagai masukan dari wartawan, Noer Alam kembali menyampaikan permohonan maaf. Ia menegaskan komitmen Polres Baubau untuk menjamin keselamatan jurnalis saat menjalankan tugas peliputan.
Kapolres berharap seluruh personel semakin memahami pentingnya menghormati kerja jurnalistik sehingga kemitraan antara kepolisian dan media di Baubau dapat berjalan secara profesional, terbuka, dan saling menghargai.
Sebagai langkah konkret ke depan agar kejadian serupa tidak terulang kembali, dari hasil dialog bersama insan pers Kota Baubau ini akan dibuatkan Nota Kesepakatan (MoU) antara Polres Baubau dan insan pers.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi, profesionalisme, serta saling menghormati peran dan fungsi masing-masing lembaga dalam melayani masyarakat. (Sir)

