
Kendari, Datasultra.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus melakukan upaya pengembangan sektor ekonomi, khususnya di Sultra.
Sejauh ini, Kadin yang diketuai oleh Anton Timbang tersebut telah banyak melakukan gerakan ekonomi kerakyatan seperti melakukan ekspor impor baik skala nasional hinga internasional yang melibatkan pelaku usaha lokal dengan konsep hulu dan hilir.
Bahkan, Kadin Sultra juga turut andil dalam melakukan penekanan inflasi di sejumlah daerah seperti Kota Kendari, Kolaka Utara, Buton Tengah dan sejumlah daerah.
Wakil Ketua Umum Bidang Pasar Modal Kadin Sultra, Sastra Alamsyah menuturkan, saat ini Kadin Sultra tengah melakukan persiapan pasar digital dan higienis di Kota Kendari.
Menurutnya, pasar tradisional menjadi pasar digital merupakan suatu keharusan di era saat ini.
“Diera sekarang ini, harus (digital). Kita tidak bisa menghindari itu,” tuturnya, Rabu 12 Juli 2023.
Kata dia, Kadin Sultra mendorong dunia digital ke pasar tradisional dalam melakukan traksaksi non-tunai. Proyek pertama akan dilakukan di sejumlah pasar Kota Kendari, salah satunya di Pasar Wayong.
“Perilaku belanja pedagang dan pembeli kita ubah menjadi transaksi non-tunai (digital),” ujarnya.
Untuk mendorong program ini, sambung dia, Kadin Sultra sudah mendorong ke Bank Indonesia (BI) Sultra. Sebagai langkah awal, 120 orang pegawai Perumda Kota Kendari bakal diberikan pelatihan terkait digitalisasi atau pengunaan QRIS.
Sastra menambahkan, langkah tersebut dilakukan agar seluruh pasar tradisional wilayah Kota Kendari bakal menerapkan penerapan pembayaran non-tunai.
“Kami sudah menemui BI Sultra, dan Alhamdulilah siap memberikan pelatihan kepada pegawai Perumda, hal itu penting karna pegawai Perumda merupakan unjung tombak yang akan bersentuhan langsung dengan pedagang,” tandasnya. (Rk)





