
Kendari, Datasultra.com – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), H Ali Mazi bersama Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah, Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Paiman Raharjo Hadir pada Seremoni Pelepasan Ekspor Produk Unggulan Kabupaten Buton Utara ke Negara Malaysia dan China di Perindo Terminal Petikemas Pelabuhan Kendari New Port, Kamis 10 Agustus 2023.
Gubernur Sultra bersama Wamendes, Wakil Bupati Butur dan pejabat terkait melakukan pengguntingan pita sebagai penanda pelepasan ekspor jagung dan rumput laut DSA Kabupaten Butur, sehingga jagung pipil kering sebanyak 200 ton senilai Rp 1 miliar ke Malaysia dan Rumput Laut 100 Ton senilai Rp 2,5 miliar ke Cina.
Sambutan Wamendes PDTT Paiman Raharjo menuturkan, lahirnya Undang-Undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, yang dimiliki oleh desa yang bertujuan untuk mengeliminasi atau mereduksi problem sosial yang dihadapi masyarakat di desa yaitu persoalan kemiskinan dan pengangguran. Hal ini sejalan dengan Visi Kementrian Desa Daerah Tertinggal Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yaitu mewujudkan Indonesia yang mandiri, berdikari dan berkepribadian yang berlandaskan gotong royong.

Melalui Dana desa, tidak hanya melakukan yang bersifat pembagunan fisik untuk melengkapi sarana dan prasarana. Namun, jauh dari itu Pemerintah desa juga dituntut untuk dapat melakukan kegiatan yang sifatnya yang mungkin pertumbuhan Ekonomi melalui penempatan Potensi Sumber daya untuk menggerakkan semangat keberusahaan dan pengembangan ekonomi masyarakat.
Desa memiliki beragam potensi sumber daya alam yang melimpah berdasarkan data yang kami miliki dari 74.961, menjadi 61.821 desa memiliki potensi pertanian. Sehingga 20.340 desa memiliki potensi perkebunan, 12.827 desa memiliki potensi perikanan, 7.275 desa memiliki potensi wisata, 64.584 desa memiliki potensi energi terbarukan serta 1,8 juta komunitas UKM berada di desa.
Oleh karna itu, Desa harus didorong untuk tidak hanya selalu menjual bahan baku atau komoditas saja. Tapi peningkatan nilai tambah merupakan hal utama yang harus ditekankan oleh pelaku usaha di desa saat ini. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Jokowi dalam acara pelenturan sertifikat hukum badan usaha milik desa atau BUM desa dan peresmian pembukaan rapat kordinasi nasional BUM desa pada desember 2021. Beliau menginginkan produk yang dihasilkan masyarakat desa tidak hanya di pasar domestik melainkan dapat masuk pasar ekspor dalam konteks ini BUM desa dapat menjadi salah satu pelakunya atau sebagai kordinator produk unggulan di pedesaan.
Kementerian desa pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi mendukung desa-desa yang berinisiatif sebagai spektrum pertumbuhan ekonomi khususnya pada kegiatan pengembangan dan irigasi pada peningkatan nilai tambah produk unggulan desa, dalam pelaksanaan kegiatan produk unggulan tersebut
Kemudian, desa pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi bekerja sama dengan pemerintah daerah dan PT. Astra, tentunya dalam kesempatan ini saya selaku mewakili dari Kementerian Desa menyampaikan ucapan terima kasih kepada PT. Astra dan juga pemerintah Kabupaten Buton Utara yang telah membina dan juga mengembangkan potensi potensi UMKM-UMKM yang ada di daerah sehingga para masyarakat kini bisa mengembangkan kearifan lokal dan potensi potensi yang ada di desa.
Gubernur Sultra Ali Mazi menyampaikan bahwa Provinsi Sultra memiliki potensi komoditi pertanian yang sangat besar, baik sub sektor tanaman pangan, tanaman perkebunan maupun Holtikultura. Hampir separuh penduduk Provinsi Sultra memiliki mata pencaharian di sektor pertanian. Untuk itu, pemerintah daerah di Sultra terus berupaya mendorong peningkatan kesejahteraan petani, salah satunya melalui kegiatan ekspor.
Kegiatan ekspor sangat penting peranannya sebagai salah satu variabel injeksi pertumbuhan ekonomi nasional dan negara. Bahwa kegiatan ekspor suatu daerah dan negara meningkat, maka perekonomian daerah dan negara akan lebih meningkat karena adanya proses multiplayer dalam kegiatan perekonomian.
“Kegiatan pelepasan ekspor produk unggulan Buton Utara yang kita laksanakan hari ini, merupakan suatu pencapaian karna berdampak pada roda perekonomian bagi daerah pengekspor dan daerah lainnya,” ucapnya.
Oleh karna itu, penting bagi seluruh stakeholder yang terlibat, baik pemerintah pusat dan daerah maupun pengusaha, agar benar-benar berkomitmen dan terus untuk mempersiapkan diri dalam rangka menjaga keberlangsungan kegiatan ekspor kedepan.
Ali Mazi mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PT Astra Internasional Tbk yang telah melakukan pendampingan kepada petani di kabupaten Buton Utara melalui program desa sejahtera Astra dan PT Agretail dalam mengembangkan produk unggulan Kabupaten Butur, sehingga kegiatan ekspor dapat terwujud, sembari berharap agar pencapaian dapat lebih ditingkatkan lagi kedepan dan kepada semua pihak yang telah berperan aktif dalam mendorong peningkatan kegiatan pertanian, industri dan perdagangan komoditi unggulan Sultra baik di dalam negeri maupun ke manca negara.
“Semoga kita dapat terus berkolaborasi dan harmonisasi program atau kebijakan yang efektif serta produktif, demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional agar lebih maju, mandiri dan berdaya saing secara berkelanjutan,” harapnya.
Wakil Bupati Butur Ahali menuturkan, luas Kabupaten Butur tercatat 1.923,03 KM² atau 192.300 HA sekitar 20 sampai dengan 30 ribu hektar dapat ditanami jagung kuning. Dengan adanya potensi yang cukup besar, maka kami menetapkan peraturan Bupati Nomor 18 tahun 2022 tentang gerakan semesta tanam jagung.
Dalam kebijakan pemerintah daerah dalam menyediakan benih sebanyak 13 Ton dan pupuk organik sebanyak 5000 liter melalui APBD-P tahun anggaran 2022. Dengan dorongan dan bantuan pemerintah daerah Butur maka luas tanaman jagung kuning menjadi komoditas unggulan dan andalan di Butur. Adapun luas tanam jagung kuning saat ini di Kabupaten Butur mencapai 570 hektar yang tersebar di 6 kecamatan dengan melibatkan 600 petani di seluruh Kabupaten Butur.
Adapun kendala yang di hadapi adalah rendahnya produktivitas jagung kuning yang hanya mencapai rata-rata 3 ton per hektar, sementara rata-rata produksi jagung secara nasional berada dikisaran 7,2 ton per hektar.
“Kami mengapresiasi dan terimakasih kepada PT Astra yang telah melakukan pendampingan pada 5 desa di Butur melalui program desa sejahtera Astra mulai dari hulu sampai hilir pada pengembangan jagung kuning,” katanya.
Tak lupa, Pemkab Butur mengapresiasi kepada pihak yang telah berkontribusi dalam upaya membangun desa khususnya di Butur yang kemudian secara tidak langsung akan memberikan dampak positif kepada daerah dan masyarakat Butur. Hal ini merupakan salah satu goal Pemda Butur, yang berfokus pada 3 hal utama yakni perbaikan infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan ekonomi.
Sementara itu, Head of environtmentand social responsibility division Astra, Dian Suran Febrianti mengatakan, pelepasan ekspor jagung dan lumpur laut dari desa sejahtera Butur, pihaknya mengucapkan terima kasih atas kolaborasi yang sudah terjalin dengan Astra, Kementerian Desa RI, Pemprov Sultra dan Kabupaten Butur.
“Salah satu program perdana kita mengekspor dari Butur sampai dengan saat ini Kemendes, Astra sudah melakukan pembinaan desa Astra tahun 2018 sudah terbentuk komunitas 1.600 Desa binaan Astra di seluruh Indonesia dimana 373 desa saat ini sudah memiliki produk ekspor bersama Astra dengan evaluasi 255 Miliar sejak 2019,” jelasnya.
Khusus tahun 2023 ini, lanjut dia, pihaknya mencatat Rp 1,800 miliar yang telah di ekspor Indonesia diberbagai negara-negara tetangga.
“Kami berharap akan terus bergulir dengan dukungan penuh Kementerian Desa, Provinsi dan Kabupaten untuk mengangkat produk-produk unggulan dari kawasan pedesaan untuk bisa global,” tandasnya. (Adv)





