
Kendari, Datasultra.com – Ratusan mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) demontrasi di perempatan Mapolda Sultra, Selasa, 26 September 2023.
Demonstrasi ini dalam rangka memperingati meninggalnya dua mahasiswa Kendari pada 26 September 2019 lalu, atau tepatnya empat tahun lalu.
Kedua mahasiswa itu adalah Randi (21) dan Yusuf Kardawi (19). Randi dan Yusuf meninggal dunia usai terlibat bentrok dengan polisi, Kamis 26 September 2019 silam.
Saat itu, mahasiswa se-Indonesia serentak berdemonstrasi menolak RUU KUHP dan RUU Cipta Kerja.
Randi meninggal dengan luka tembak di dada kiri tembus dada kanan. Sedangkan Yusuf meninggal dengan luka berat di kepala.
Demo empat tahun tewasnya Randi-Yusuf, mahasiswa Fakultas Teknik UHO melakukan aksi teaterikal, dimulai saat puluhan mahasiswa Fakultas Teknik UHO berperan sebagai demonstran, menolak RUU Cipta kerja dan RUU KUHP.
Aksi teaterikal menampilkan adegan demonstrasi mahasiswa berujung bentrok dengan pihak kepolisian. Saat itu, oknum polisi digambarkan bertindak represif. Menganiaya dan memukul mahasiswa.
Di tengah demonstrasi, dua orang mahasiswa tiba-tiba tewas tertembak. Ternyata, keduanya yakni La Randi dan Yusuf Kardawi.
Adegan kedua orang tua mahasiswa berteriak histeris di depan jenazah. Mahasiswa menggambarkan kembali detik-detik saat ayah La Randi menangis tersedu mendapati anaknya sudah tewas bersimbah darah akibat terjangan peluru polisi.
Sedangkan ayah Yusuf Kardawi terlihat histeris saat baru pulang kerja lalu mendapati jenazah anaknya, diketahui dbawa pulang dari Kota kendari menuju kampungnya di Kabupaten Muna.
Ketua BEM Fakultas Teknik UHO La Ode Muhammad Ali Sabila mengatakan, aksi ini bertujuan menggambarkan aksi represif polisi terhadap dua orang mahasiswa UHO.
“Masih ada otak pelaku penembakan mahasiswa yang belum terungkap aparat penegak hukum sampai hari ini,” kata Muhammad Ali Sabila.
Menurutnya, sikap represif polisi menghadapi aksi demonstrasi menjadi peringatan bagi mahasiswa dan kepolisian.
Selain itu, kata dia, BEM Fakultas Teknik beranggapan aparat penegak hukum dan pemerintah masih memiliki utang kasus pengungkapan dua mahasiswa UHO tertembak di Kendari. (Ld)





