
Kendari, Datasultra.com – Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kecamatan Puuwatu Kota Kendari mulai ramai dikunjungi, sebab dalam menyambut bulan suci ramadan tentunya masyarakat melakukan Ziarah Kubur.
Momentum ziarah kubur ini merupakan tradisi bagi umat Islam di Indonesia untuk berkunjung ke makam orang tua, kerabat, atau keluarga yang sudah meninggal.
Tradisi ziarah kubur ini dilakukan dengan tujuan mendoakan dan mengenang serta membersihkan makam anggota Keluarga atau Orang tua yang telah meninggal dunia.
“Kita bersihkan ini makam nya mamaku, beliau meninggal sekitar 3 minggu yang lalu karena ada penyakit yang dialaminya,” kata Azis, Rabu 22 Maret 2023.
Azis menyebutkan bahwa ziarah kubur merupakan tradisi umat Islam dalam mendokan orang tua dalam menyambut bulan suci ramadhan.
“Sebelum puasa kami datang kesini untuk lakukan tradisi umat Islam, kita bersihkan, kita doakan agar orang tua atau kerabat yang sudah tiada bisa dilapangkan kuburnya,” imbuhnya.
Tak hanya itu, para ziarah kubur tentunya menghiasi makam keluarga atau orang tua dengan taburan bunga hias dan menyiram makam yang dijual dipinggir jalan.
Salah satu pedagang bunga, Eka (25) mengatakan, di hari-hari biasa mereka hanya mendapatkan 50 hingga 70 ribu dalam sehari.
“Kalau hari biasa itu hanya 50 ribu dan paling tinggi 70 ribu kita dapat,” ungkapnya.
Eka menyebutkan, seharga bunga satu kantong yaitu 5 ribu sedangkan air sebotol dihargai dengan 5 ribu. Bahkan dalam menyambut bulan suci ramadhan, Eka menghabiskan jualannya sebanyak 40 kantong.
“Kalau menyambut bulan puasa ini, yang kita dapat 150 hingga 200 ribu, kalau habis lebaran juga kan ada yang datang ziarah kubur, itu biasa kita dapat 75 atau 100 ribu,” pungkasnya.
Diketahui para peziarah sudah terlihat ramai berdatangan di TPU Kecamatan Puuwatu Kota Kendari. Mereka berdatangan sambil memanjatkan doa dan menyiram serta menaburi bunga di atas makam. (Yd)





