Rajab Jinik Minta Pemkot Kendari Sigap Atasi Masalah Cuaca Ekstrim

Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari, Rajab Jinik (Tengah) Saat memimpin Rapat Dengar Pendapat di DPRD Kota Kendari. (Foto : Rk)
Listen to this article

Kendari, Datasultra.com – Kemarau yang terjadi saat ini atau biasa disebut El Nino tentu saja berdampak pada kekeringan air. Hampir seluruh Indonesia juga merasakan dampak itu sendiri, dan ini merupakan masalah yang serius dan bisa dirasakan oleh masyarakat.

Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari, Rajab Jinik menuturkan, masalah dari dampak cuaca panas ekstrim yang mengakibatkan keringnya sumber mata air merupakan tanggungjawab Pemkot dan DPRD Kota Kendari.

“Ini merupakan tanggungjawab kita semua, tinggal kita lihat seperti apa dampak cuaca ekstrim saat ini, memang ini sangat ekstrim cuacanya, kita rasakan sendiri panasnya yang terjadi saat ini di Kota Kendari,” tuturnya.

Untuk itu, pihaknya meminta apabila ada masyarakat yang mengeluhkan kekeringan air, agar segera mengadukan ke DPRD Kota Kendari.

“Karena ada aduan, dan ketika kita hanya melihat dan mendengar, yang merasakan masyarakat secepatnya melaporkan ke RT, RW, Lurah setelah itu melaporkan ke Pemkot,” ujarnya.

Kata dia, apabila ada aduan masyarakat yang tidak ditindaklanjuti oleh Pemkot, maka warga diimbau untuk melaporkan ke DPRD Kota Kendari sebagai lembaga pengawasan.

“Pemkot tidak melakukan, ya melapor ke DPRD Kota Kendari untuk mencari solusinya,” katanya.

Rajab menjelaskan, masyarakat yang membutuhkan air karena kekeringan, maka upaya yang dilakukan oleh DPRD Kota Kendari yaitu mengelola Sumber Daya Alam dengan mengambil air di wilayah yang memiliki ketersediaan air yang banyak.

“Misalnya kita ambil air yang depositnya banyak. Tapi kita harus melakukan pemetaan dari Pemerintah Kota terkait dengan kondisinya kekeringan yang ada di Kota Kendari sehingga kita bisa menjawab keluhan masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, DPRD mengimbau kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari untuk secara sigap terhadap masalah di Kota Kendari terkait dengan cuaca ekstrim.

“Sigap pada kebutuhan masyarakat, baik itu air bersih maupun lahan kering,” pungkasnya. (Rk)

Facebook Comments Box