
Kendari, Datasultra.com – Kasus kakak bunuh adik di Kabupaten Muna sangat mengiris hati. La Ode Marula (40) tewas ditangan La Ode Alimin (45) yang merupakan kakak kandung.
Korban adalah Kepala Desa (Kades) Wadolao, Kecamatan Marobo. Ia tewas dengan luka sabetan benda tajam ditubuhnya.
Kejadian tragis ini bermula saat korban berangkat dari rumah menuju Pasar Wadolao didampingi aparatur desa melakukan penertiban kios untuk persiapan jalan.
“Setibanya di Pasar Wadolao, korban mendekati dan menegur kakaknya (pelaku) yang sedang bekerja memperbaiki kiosnya. Kemudian terjadi pertengkaran antara keduanya,” ucap Kasatreskrim Polres Muna IPTU Asrun, Selasa 17 Oktober 2022.
Kata dia, pelaku tidak menerima kiosnya akan digeser oleh adiknya sehingga pelaku menarik badik yang tersimpan di pinggangnya dan menyerang adiknya namun tidak kena.
“Tusukkan ke dua mengenai lengan kiri, tusukkan ke tiga mengenai pinggang, dan ditusuk berulang kali hingga korban tersungkur,” ungkapnya.
Tak puas dengan tusukkan badik, lanjut Asrun, pelaku mengambil parang yang disimpan di pinggang dan menebas badan korban. Lebih tragisnya lagi, pelaku mengiris bagian tubuh korban.
“Pelaku meninggalkan korban dengan kondisi bersimbah darah dan menuju ke Desa Marobo,” terangnya.
Warga setempat yang ada di lokasi kejadian membawa korban ke Puskesmas Wasolangka menggunakan mobil.
Korban sempat mendapatkan perawatan medis. Namun, takdir berkata lain, korban menghembuskan nafas terakhir di Puskesmas Wasolangka, Kecamatan Parigi.
Sementara pelaku menyerahkan diri ke Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Bone. (Rk)





