Pelatihan PKW, Pj Ketua Dekranasda Sultra: Program Ini Menjadi Solusi Permasalahan Pengembangan Kerajinan

Pj Ketua Deskranasda Sultra, Wa Ode Munanah Asrun Lio didampingi Bupati Kolaka H Ahmad Safei menghadiri pelatihan PKW di Aula Sasana Praja Kantor Bupati Kolaka.
Listen to this article

Kolaka, Datasultra.com- Pj Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sultra, Wa Ode Munanah Asrun Lio menghadiri pelatihan program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) di Aula Sasana Praja Kantor Bupati Kolaka, Senin 30 Oktober 2023.

Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha merupakan program Direktorat Kursus dan Pelatihan Dirjen Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, adalah layanan Pendidikan melalui kursus dan pelatihan untuk memberikan pengetahuan, keterampilan dan menumbuhkan sikap mental wirausaha dalam mengelola potensi diri dan lingkungan sebagai bekal berwirausaha.

Jenis pelatihan yang dilaksanakan adalah griya anyaman bambu dengan jumlah peserta sebanyak 50 orang, di Kantor Balai Desa Sani-sani mulai tanggal 31 Oktober hingga 28 November tahun 2023.

Instruktur yang memberikan materi berasal dari UMKM, pihak perbankan, kewirausahaan dan dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Saya berharap program ini juga menjadi solusi salah satu permasalahan pengembangan kerajinan yaitu regenerasi, tentu kita ketahui bersama bahwa perajin didaerah kita berusia lanjut dan kerajinan masih dikerjakan sebagai pekerjaan sambilan,” harap Pj Ketua Dekranasda Sultra Wa Ode Munanah Asrun Lio.

Kata dia, PKW sendiri telah berlangsung sejak tahun 2020 dan pada Tahun 2023 Provinsi Sulawesi Tenggara mendapat kesempatan bersama dengan 21 Provinsi lainnya diseluruh Indonesia dengan berfokus kepada kerajinan tenun dan kriya anyaman.

“Kita patut bersyukur dan berbangga bahwa Sultra khususnya Desa Wisata Sani-Sani, Kecamatan Samaturu Kabupaten Kolaka dapat melaksanakan program ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pj. Ketua Dekranasda Sultra mengatakan, penunjukan Desa Sani – Sani sebagai salah satu tempat pelaksanaan program PKW didasarkan atas pertimbangan bahwa Desa Sani – Sani Kabupaten Kolaka, menjadi salah satu Desa yang masuk dalam 75 Desa Wisata terbaik pada Anugrah Desa Wisata Indonesia tahun 2023, Kategori Desa Wisata Berkembang.

“Potensi wisata Desa Sani – Sani sangat besar, namun harus didukung dengan produk – produk kerajinan rakyat sebagai souvenir/cenderamata bagi wisatawan yang berkunjung”, ungkapnya.

Munanah Asrun Lio mengatakan, beberapa permasalahan dalam pengembangan kerajinan seperti SDM perajin yang masih rendah, akses mendapatkan bahan baku yang masih sulit, masih rendahnya kualitas produk yang dihasilkan, masalah permodalan dan akses pasar, regenerasi, persaingan kerajinan sejenis dari daerah lain dengan harga yang relatif rendah.

“Peran Pemda khususnya OPD terkait sangat diharapkan melaui program dan kegiatan yang berpihak kepada para perajin dan pelaku usaha kerajinan, serta membutuhkan keseriusan dari semua pihak untuk bersama-sama melakukan pembinaan,” katanya.

Pj Ketua Dekranasda Sultra juga mendukung Kebijakan pemerintah untuk mengembangkan desa wisata disetiap daerah merupakan strategi yang sangat tepat mengingat para perajin mayoritas berdomisili di desa sehingga desa wisata diharapkan dapat menjadi tempat produksi sekaligus menjadi tempat pemasaran bagi produk kerajinan.

Melalui kesempatan ini saya mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada Dekranasda Kabupaten Kolaka, Pemkab Kolaka, Pemerintah Kecamatan Samaturu serta Pemerintah Desa dan masyarakat Sani-Sani atas segala upayanya sehingga dapat memenuhi semua persyaratan dan kelengkapan administrasi yang cukup rumit, dibutuhkan keseriusan dan dukungan dari semua pihak agar program ini berjalan lancar sesuai yang diharapkan,” ucapnya.

Sementara itu Bupati Kolaka H Ahmad Safei menjelaskan, sebagai pengusaha kita dituntut untuk selalu meningkatkan sumber daya manusia dan mengikuti perkembangan zaman dalam menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat dan kompetitif.

Memang sebagai pengusaha kita dituntut untuk selalu mengembangkan sumber daya manusia tidak bisa lagi kita berusaha secara konvensional, sekarang dengan berbagai macam apalagi menghadapi era industrialisasi, tuntutan zaman yang harus kita ikuti, masuk kedalamnya untuk bersaing, ungkapnya. (As)

Facebook Comments Box