
Baubau, Datasultra.com- PT Pelni (Persero) terus berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada penumpang atau pun calon penumpang kapal dengan membuat terobosan terobosan baru.
Terobosan yang dimaksud, yakni memperkenalkan aplikasi Pelni Mobile untuk memudahkan calon penumpang kapal laut membeli tiket secara daring tanpa harus antre di loket secara manual.
Rupanya, aplikasi Pelni Mobile tersebut telah dilaunching sejak November 2023 lalu. Dan kala itu, baru diberlakukan secara terbatas di tiga pelabuhan terbesar di Indonesia yakni Jakarta, Surabaya dan Makassar.
Tahun 2024 ini, Direksi PT Pelni mensosialisasikan aplikasi Pelni Mobile tersebut di Kota Baubau. Hal tersebut karena Pelabuhan Murhum Kota Baubau masuk dalam lima besar pelabuhan terpadat se Indonesia.
Sosialisasi aplikasi Pelni Mobile tersebut dilakukan langsung oleh Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT Pelni, Nuraini Dessy didampingi Vice President Usaha Penumpang Non Komersial, Presda Simangasing dan Kepala Cabang Pelni Baubau, Dicky Dermawandi di Terminal Lantai 2 Pelabuhan Murhum Baubau, Kamis 4 Januari 2024.
“Kenapa kami memilih Baubau, karena Baubau ini salah satu pelabuhan terpadat, baik dari data kami secara nasional maupun data kami secara periode peak season,” tutur Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT Pelni, Nuraini Dessy.
Kata dia, Pelni Mobile juga memberikan penjelasan mengenai Jadwal kapal serta rute yang diinginkan.
“Untuk pelaksanaan penjualan tiket lewat Pelni Mobile, kami mempunyai beberapa pembayaran tiket yang memang dipermudah dan kami sudah bekerja sama dengan perbankan yaitu BCA untuk bisa melakukan pembelian tiket lewat BCA Mobile Banking,” ujarnya.
Sementara itu, Vice President Usaha Penumpang Non Komersial PT Pelni, Presda Simangasing menambahkan, hadirnya Pelni Mobile ini membantu masyarakat untuk tidak perlu lagi mengantre di loket secara manual jika ingin membeli tiket kapal laut.
Tak Lupa, Presda berpesan agar seluruh calon penumpang agar menggunakan identitas sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) jika melakukan pembelian tiket, karena hal tersebut berhubungan dengan asuransi.
“Saya harap, masyarakat yang membeli tiket menggunakan identitas sesuai dengan KTP, agar jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dapat terdeteksi dengan baik,” tandas Presda. (B1)





