
Kendari, Datasultra.com – Calon Presiden (Capres) nomor urut satu, Anies Rasyid Baswedan bersama rombongan relawan dan simpatisan mengunjungi salah satu Warkop yang ada di Kota Kendari dalam rangka berdialog bersama para buruh nelayan, pelabuhan dan pertambangan di Sultra, Selasa 9 Januari 2024.
Salah satu perwakilan dari buruh, Junal menyampaikan tentang keselamatan kerja yang paling penting dan harus diperhatikan. Dan pemilik lahan di wilayah tambang di Sultra saat ini dikuasai oleh pengusaha asing atau haknya dirampas oleh para tambang.
Selanjutnya dari buruh nelayan menyampaikan tentang penangkapan nelayan terukur. Dan penerapan tarif pendapatan negara bukan pajak. Kemudian, perwakilan dari buruh bangunan yang mengeluhkan upah atau gaji yang saat ini masih kecil.
Ia menyampaikan kepada Anies Baswedan apabila terpilih menjadi Presiden 2024, janji apa yang akan ditawarkan kepada seluruh masyarakat khususnya para buruh nelayan, pelabuhan, dan buruh tambang.
Selanjutnya perwakilan dari buruh pelabuhan menyampaikan tentang masalah upah, jaminan sosial, lapangan kerja. Ia mengharapkan pelabuhan ada namanya tenaga kerja buruh bongkar muat.
Menanggapi keluhan dari para buruh tersebut, Anies Baswedan menuturkan, keluhan dari para buruh itu merupakan bukan kabar baik. Menurutnya hal tersebut memiliki penyimpangan dan kebijakan yang tidak berkeadilan.
“Semua yang disampaikan adalah bukan kabar yang mengenakan, yang disampaikan adalah kenyataan tentang ketimpangan, kenyataan tentang perhatian yang tidak, setara. Ini adalah kebijakan yang tidak berkeadilan,” tuturnya.
Mendengar dari kisah yang disampaikan oleh para buruh, ia terkesan haru dan marah. Sehingga perlu dilakukan perubahan.
Persoalan upah di Sultra, kata dia, semua tenaga kerja ilegal tidak boleh berada di Indonesia. Negara tidak boleh diam menyaksikan tenaga kerja masuk di wilayah Indonesia.
“Ini soal harga diri kita, bagaimana membiarkan orang ilegal di tanah kita dan diberikan gaji berlipat ganda. Ini tidak boleh dibiarkan. Kita harus tindak tegas apalagi tentang perbedaan gaji yang berbeda, kita tidak ingin rakyat Indonesia diperas jadi buruh murah oleh perusahaan asing InsyaAllah kita akan perjuangkan ini,” ungkapnya.
Anies menjelaskan, pertumbuhan ekonomi ditopang oleh investasi lalu dibangun oleh kegiatan usaha. Menurutnya kegiatan usaha yang terjadi selama 8 tahun terakhir ini adalah kegiatan yang padat modal, tapi tidak padat karya. Sehingga pertumbuhan ekonomi terjadi, tapi penyerapan tenaga kerja kurang.
“Karena itu kedepan yang kita mau dorong adalah investasi yang menyerap tenaga kerja supaya mereka yang sudah selesai sekolah kuliah ada lapangan kerja. Itu nomor satu jadi Investasi padat karya bukan investasi padat modal. Pertambangan itu padat modal, pekerjaannya sedikit. Kalau uang yang sama dipakai untuk pabrik dipakai untuk pertanian, perkebunan, perikanan maka penyerapan tenaga kerjanya akan luar biasa. Itulah sebabnya insyaallah kita akan dorong,” bebernya.
Untuk itu, dihadapan para warga Sultra Anies berjanji, apabila terpilih, akan membuat kebijakan berkeadilan dan peraturan yang tidak memenuhi prinsip keadilan, harus di koreksi.
“Dan bila ada pelaksanaan yang menyimpang termasuk seperti pulau kecil yang tidak boleh dilakukan kegiatan penambangan semua pelanggaran tidak dibiarkan melenggang. InsyaAllah itu bagian dari penegakan aturan. Kita ingin pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkelanjutan,” jelasnya.
“Untuk itu semua kami membutuhkan bantuan dari semuanya. Kewenangan itu tidak bisa otomatis dapat dari tangan kita. Untuk bisa mendapatkan kewenangan 14 Februari menjadi hari penentuannya,” pungkasnya.(Rk)





