Pemkot Baubau Ajukan Bantuan Subsidi Tiket Pesawat ke Pemprov Sultra

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Baubau, Arlis.
Listen to this article

Baubau, Darasultra.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau mengajukan permohonan bantuan subsidi tiket pesawat ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra untuk layanan penerbangan Baubau-Kendari dan sebaliknya.

Permohonan bantuan subsidi tersebut karena tingginya harga tiket pesawat Baubau-Kendari sebesar Rp 1.050.000, yang menyebabkan masyarakat sedikit membatasi diri untuk menggunakan layanan penerbangan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Baubau, Arlis menuturkan, dengan melihat harga tiket sebesar Rp 1.050.000, Pemkot Baubau berencana memberikan subsidi sebesar Rp 550 ribu per tiketnya, dengan jumlah seat yang rencana disubsidi sebanyak 70 seat per kali penerbangan.

Maka dengan perencanaan seperti itu, sambung dia, Pj Wali Kota Baubau menaruh harapan besar kepada Pemprov Sultra untuk bisa kemudian mengamini daripada permohonan bantuan subsidi tersebut.

Sehingga, lanjut dia, masyarakat dari Baubau-Kendari bisa lebih mudah dan cepat melakukan aktifitasnya ketika layanan udara ini sudah bisa betul-betul dipastikan harga tiketnya murah.

Kata dia, semisal permohonan bantuan subsidi itu bisa diamini oleh Pj Gubernur Sultra, maka harga tiket yang dilepas ke masyarakat itu sisa Rp 500 ribu.

“Angka (Rp 500 ribu) ini saya kira sudah sangat menggembirakan bagi masyarakat. Yang kita ajukan permohonan bantuan subsidi ini baru satu semester (enam bulan) sebesar Rp 1,8 miliar, kita sudah ajukan ke Pemprov Sultra,” tuturnya, Senin 15 Januari 2024.

Arlis menjelaskan, posisi layanan penerbangan ini dari Baubau-Kendari sesungguhnya juga adalah mendukung kelancaran daripada layanan penerbangan dari Kendari-Wakatobi.

Sebagai sesama pemerintah yang memberikan layanan kepada masyarakatnya, Kota Baubau juga ikut prihatin jika misalnya layanan pemerintahan di Kabupaten Wakatobi terhambat akibat tidak ada layanan penerbangan dari Kendari-Wakatobi.

“Kenapa kita ikut prihatin, karena kita masih satu wilayah dalam Provinsi Sultra, apalagi layanan penerbangan Kendari-Wakatobi itu diantaranya dari Baubau-Kendari, karena layanan penerbangan itu yakni dari Makassar-Baubau, Baubau-Kendari, Kendari-Wakatobi, dan sebaliknya,” jelasnya.

Arlis mengatakan, kalau misalkan sangat minim bahkan tidak ada masyarakat yang menggunakan transportasi udara, maka sangat mungkin layanan Kendari-Wakatobi itu bisa terputus karena tidak menutup kemungkinan pihak maskapai mempertimbangkan hal tersebut.

“Sebagai sesama pemerintah dalam wilayah Provinsi Sultra, yang seperti ini kita harus ikut prihatin,” tandasnya. (B1)

Facebook Comments Box