
Kendari, Datasultra.com – Pj Gubernur Andap Budhi Revianto melalui Sekda Sultra Asrun Lio membuka rapat kerja (Raker) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten/Kota se Sultra di Kota Kendari, Jumat malam 23 Februari 2024.
Raker tersebut mengangkat tema optimalisasi sistem pemerintahan berbasis elektronik melalui penerapan sertifikasi elektronik.
Sekda Sultra Asrun Lio menuturkan, Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) adalah suatu pendekatan dalam penyelenggaraan pemerintahan, yang didasarkan pada penggunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas, yang didasari oleh Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 95 Tahun 2018.
Perpres tersebut kemudian menjadi landasan hukum yang mengatur berbagai aspek implementasi SPBE di berbagai instansi pemerintah, termasuk dalam penggunaan tanda tangan elektronik, pengelolaan data elektronik, dan proses-proses administrasi lainnya yang mengadopsi teknologi digital.
“Melalui regulasi ini, tentu pemerintah memiliki pedoman yang jelas dalam mendorong dan mengawasi pelaksanaan SPBE di seluruh jajaran instansi pemerintah, sehingga memberikan arah dan kepastian hukum bagi upaya transformasi digital, dalam penyelenggaraan pemerintahan di Indonesia,” tuturnya.
Dalam melakukan percepatan transformasi digital pemerintahan, sambung dia, Presiden RI telah memberikan arahan sebagai ‘jalan tol’ dalam pelayanan publik. Hal ini disampaikan oleh Presiden RI pada sidang kabinet paripurna di Istana Presiden, tepatnya pada Selasa 9 Januari 2024, dimana Indonesia harus segera berproses memiliki layanan digital terpadu berbasis kebutuhan pengguna (user centric), bukan dengan pendekatan per instansi pemerintah.
Termasuk transformasi BUMN Peruri menjadi ‘govtech’ atau tim pengelola digital pemerintah, yang diatur dalam Perpres Nomor 82/2023 tentang percepatan transformasi digital dan keterpaduan layanan digital nasional.
“Berkaitan hal tersebut maka Pemda telah mengintegrasikan layanannya kedalam satu portal pelayanan publik, untuk kemudian diintegrasikan ke portal layanan nasional. Memastikan perlindungan data pribadi, mengawali langkah teknis transformasi digital melalui sembilan layanan prioritas di antaranya layanan pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, kepolisian, digital id, digital payment, dan layanan aparatur negara sebagai salah satu arahan yang disampaikan oleh bapak presiden, maka pemda wajib mengintegrasikan layanan-layanan digital ke dalam satu portal pelayanan publik,” sambungnya.
Menurut Jenderal ASN Provinsi Sultra ini, arah tersebut merupakan tanggung jawab utama, untuk dijadikan sebagai komitmen bersama dalam menyediakan pelayanan yang lebih terpadu dan terkoordinasi secara nasional, sehingga dia mengajak semua pihak, agar arahan Presiden RI tersebut sebagai upaya nyata untuk memenuhi harapan masyarakat, dalam membangun sistem pelayanan publik yang modern, terjangkau, dan responsif.
“Penyelenggaraan rapat kerja ini merupakan langkah strategis dalam upaya optimalisasi SPBE pada provinsi dan kabupaten kota se Sultra, yang pada penilaian indeks SPBE tahun 2023, Pemprov Sultra perokeh predikat cukup, dengan point 2,59 dan hanya dua kabupaten yang meraih predikat baik, yaitu Pemerintah Kabupaten Kolaka dan Konawe Selatan,” ujarnya.
Sedangkan 15 kabupaten kota lainnya hanya meraih predikat cukup dan kurang. Indeks SPBE ini ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 13 Tahun 2024.
“Predikat ini menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk peningkatan dalam penerapan teknologi informasi, guna meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan publik. Melalui rapat kerja ini, Pemprov Sultra bersama dengan pemerintah kabupaten/kota berupaya untuk bersinergi, berkolaborasi, untuk mengambil pengalaman serta best practice yang telah dilakukan oleh Kementerian Hukum dan HAM dan Badan Siber dan Sandi Negara,” katanya.
Menyampaikan harapan Pj Gubernur, Asrun Lio mengatakan agar rakor tersebut dijadikan sebagai media diskusi yang konstruktif untuk merumuskan strategi bersama, serta menemukan solusi-solusi inovatif dalam mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi, serta mampu meningkatkan performa SPBE di semua tingkatan pemerintahan di Provinsi Sultra.
“Melalui komitmen yang kuat dan kerjasama yang erat antara semua pemangku kepentingan, diharapkan predikat SPBE Provinsi Sultra dapat ditingkatkan ke tingkat yang lebih baik, menciptakan pemerintahan yang lebih efisien, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” harapnya. (As)





