Curah Hujan di Kota Kendari Meningkat Signifikan pada Maret 2024, BMKG Imbau Masyarakat Waspada

Curah Hujan di Kota Kendari akan Meningkat Signifikan pada Maret 2024, BMKG Imbau Masyarakat Waspada
Listen to this article

Kendari, Datasultra.com – Pada Bulan Maret 2024, akan terjadi peningkatan curah hujan siginifikan, dibanding Januari dan Februari 2024.

Hal itu diungkapkan oleh Koordinator Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Faizal Habibie, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kamis 29 Februari 2024.

“Pada April dan Mei akan terjadi penurunan signifikan, selanjutnya akan naik kembali pada bulan Juni dan berakhir pada bulan Juli,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat Kota Kendari agar terus waspada sepanjang musim penghujan hang masih terus berlangsung.

Berdasarkan karakteristik, sambung dia, ketika curah hujan sudah masuk kategori lebat dan sangat lebat, atau debit air diatas 50 mm maka bencana hidrometeorologi akan sangat tinggi.

“Kita catat kemarin luapan terakhir di wilayah kampung Salo curah hujan sekitar 78 mm. Artinya semakin hari dengan intensitas kategori 50-100 mm bisa berdampak sangat signifikan terhadap bencana hidrometeorologi,” bebernya.

“Wilayah Kampung Salo akan terjadi bencana banji ketika curah hujan diatas 100 mm. Namun, krtika hujan dari jam 2 hingga jam 5 di bawah 100 mm, sudah kelihatan dampak yang ditimbulkan,” sambungnya.

Pasalnya, hujan yang terjadi bukan hanya berada di hilir sungai, tetapi juga di hulu. Sehingga, berakibat pada luapan Kali Kadia yang cukup siginifikan.

“Kemudian, selain dipengaruhi pasang surut air laut, diperluka upaya agar air dapat mengalir lancar dari hulu ke hilir, sehingga tidak meluap ke pekarangan masyarakat,” ujarnya.

Sehingga, masyarakat Kota Kendari diminta harus lebih perhatikan terhadap lingkungan yang bukan hanya aliran sungai, namun drainase dan lingkungan yang harus tetap dalam keadaan bersih.

“Masyarakat harus bahu membahu melakukan peremajaan pohon di wilayah kita. Dampak hidrometeorologi bukan hanya banjir, bisa saja angin kencang dan sebagainya,” katanya.

Dia menambahkan, bencana dapat diantisipasi melalui update perkembangan cuaca secara berkelanjutan dari BMKG agat mitigasi bencana dapat dilakukan dengan baik.

“Bencana yang terjadi tidak bisa dihindari, tetapi bisa dilakukan pengurangan risikonya bila mengetahui lebih dini informasinya,” pungkasnya. (Rk)

 

Facebook Comments Box