Asrun Lio Buka Rakor Satgas Ketahanan Pangan se Sultra

Sekda Sultra, Asrun Lio membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Satuan Tugas (Satgas) Ketahanan Pangan (Ketapang) Provinsi dan kabupaten/kota yang membahas langkah strategis Satgas Ketapang dalam upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan di Hotel Plaza Inn Kendari, Senin 25 Maret 2024.
Listen to this article

Kendari, Datasultra.com- Sekda Sultra, Asrun Lio membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Satuan Tugas (Satgas) Ketahanan Pangan (Ketapang) Provinsi dan kabupaten/kota yang membahas langkah strategis Satgas Ketapang dalam upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan di Hotel Plaza Inn Kendari, Senin 25 Maret 2024.

Kabid Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Sultra, Aristos selaku ketua panitia menuturkan, Rakor ini bertujuan untuk melaksanakan pengawasan ketersediaan, distribusi dan stabilisasi harga pangan, serta peran Satgas Ketahanan Pangan dalam pengendalian inflasi daerah

Dengan ada beberapa komoditas yang terus menerus mengalami kenaikan secara fluktuatif khususnya hari-hari besar keagamaan nasional, maka hal ini tentu saja akan menimbulkan kekawatiran ditengah-tengah masyarakat, terkhusus masyarakat yang kurang mampu dan rentang rawan pangan. Sehingga diperlukan solusi yang tepat.

Oleh karna itu, menghadirkan dua orang Narasumber pada Talshow serta pada akhirnya bia mendapatkan rekomendasi hasil Rakor ini juga akan dirangkaikan kesepakatan bersama anatar Kepala Dinas Ketapang Provinsi dengan Kepala Dinas Ketapang Kabupaten/Kota dalam rangka pelaksanaan kegiatan atau program dana dekonsentrasi tahun 2024.

Sekda Sultra Asrun Lio dalam arahannya menyampaikan, tadi sudah selesai mengikuti Rakor Inflasi dengan Mendagri dalam Rakor tersebut ada beberapa daerah yang tinggi IPHnya termasuk Muna Barat untuk segera lakukan intervensi secepatnya, karna sudah di Warning dari Mendagri dan bagi daerah-daerah yang tidak terlalu tinggi harus tetap antisipasi.

“Dalam Rakor Satgas Pangan kita merumuskan langkah-langkah strategis apa yang kita harus lakukan, agar pasokan dan harga pangan kita tetap terkendali di Sultra,” tuturnya.

Rakor pada hari ini merupakan salah satu upaya untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam mewujudkan ketahanan pangan khususnya di Sultra.

“Beberapa waktu terakhir ini, kita telah melihat beberapa komoditas pangan mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan, tentu kenaikan harga pangan ini banyak faktor yang mempengaruhinya. Meliputi, fluktuasi harga di tingkat global, kondisi cuaca yang ekstrim, bencana alam, keterbatasan infrastruktur, dan keterbatasan akses terhadap informasi dan teknologi,” ujarnya.

Melalui Rakor ini Asrun Lio berharap semua pihak dapat mengikuti dengan baik agar agar dapat menghasilkan hal-hal sebagai berikut.Pertama, terwujudnya sinergitas berkoordinasi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan.

Kedua, nantinya ada langkah-langkah yang tersusun dengan terencana terhadap berbagai tantangan dan juga stabilisasi pasokan dan harga pangan di Sultra.

Ketiga, terlaksananya program dan kegiatan stabilisasi pasokan dan harga pangan yang efektif dan efisien sehingga dapat meningkatkan stabilisasi pasokan dan harga pangan di wilayah Sultra.

Ada beberapa hal yang perlu menjadi fokus utama dalam Rakor ini antara lain, penguatan system informasi dan monitoring harga pangan, rumusan langkah-langkah strategis untuk mengatasi kenaikan harga pangan, penjaminan kualitas dan keamanan pangan, peningkatan ketersediaan dan distribusi pangan, penguatan koordinasi dan sinergitas antar instansi terkait.

Sekda Sultra juga mengingatkan kembali sesuai arahan Pj Gubernur agar senantiasa menjadikan rujukan atau kita atensi untuk ditindaklanjuti.

Pertama, Koordinasi intens Forkopimda dan pengelola saluran informasi
Kedua, Buat Prognosa pangan
Ketiga, Pantau komoditas penyumbang inflasi.

Keempat, Koordinasi dengan Bulog tentang ketersediaan beras, dan kelima, pastikan angkutan arus distribusi kebutuhan pangan berjalan lancar.

“Saya yakin dan percaya dengan kerjasama dan sinergi yang kuat antara semua pihak kita dapat mewujudkan stabilisasi pasokan dan harga pangan yang berkelanjutan sehingga masyarakat dapat menikmati pangan yang aman, bermutu dan dengan harga terjangkau,” tandasnya. (As)

Facebook Comments Box