
Kendari, Datasultra.com – Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Konawe Utara (Konut) beberapa pekan terakhir memutus akses jalan yang menghubungkan Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Sulawesi Tengah (Sulteng).
Akses jalan trans Sulawesi terputus akibat luapan Sungai Linomoiyo, Kelurahan Linomoiyo, Kecamatan Oheo. Kendaraan roda dua, roda empat dan roda enam tidak bisa melintasi jalan karena ketinggian air.
Bupati Konut Ruksamin mengatakan, kondisi banjir di wilayah Konut khususnya di Kelurahan Linomoiyo sudah mulai surut. Ketinggian air turun lebih dari 80 cm.
“Kondisi air di jalan Linomoiyo sudah turun lebih dari 80 cm,” ucap Ruksamin saat diwawancarai wartawan, Selasa, 14 Mei 2024.
Ruksamin bilang, jalan tersebut hanya bisa dilalui kendaraan besar seperti roda enam keatas. Namun, saat kendaraan besar melintas harus dikawal.
“Sementara untuk kendaraan kecil minibus baik roda empat atau dua bisa menggunakan rakit,” ujarnya.
Bupati dua periode ini menjelaskan, sejak tanggal 9 kemarin sudah mengeluarkan status darurat banjir.
“Kita kemudian mengambil langkah-langkah apa yang harus diambil. Terpenting kita selamatkan dulu jiwa dan harta masyarakat,” ungkapnya.
Meski kondisi air sudah mulai surut, pihaknya belum mengizinkan warga untuk kembali ke tempat semula.
“Saya belum izinkan mereka kembali ke tempat semula karena kita masih siapkan bahan makanan untuk mereka (warga),” tuturnya.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lanjut Ruksamin,
sampai bulan Juni intensitas hujan masih rendah hingga tinggi khususnya di wilayah Konawe Utara. (Rk)





