
Konawe Utara, Datasultra.com- Pj Gubernur Andap Budhi Revianto melalui Sekda Asrun Lio melakukan launching MTQ Provinsi Sultra ke-30 di Kabupaten Konawe Utara (Konut), Senin 10 Juni 2024.
Dalam sambutannya, Sekda Sultra Asrun Lio mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Konut, Kementerian Agama dan LPTQ Konut, serta segenap panitia dan semua pihak terkait atas pelaksanaan launching sebagai salah satu bagian dari rangkaian kegiatan MTQ Sultra ke-30 tahun 2024.

Launching tersebut berdasarkan keputusan Gubernur Sultra nomor 617 tahun 2023 tentang penetapan Kabupaten Konut sebagai tempat penyelenggaraan MTQ Provinsi Sultra ke-30 tahun 2024.
Sebelumnya, Kabupaten Konut
pernah ditetapkan sebagai tuan rumah penyelenggara MTQ Sultra ke-28 tahun 2020. Akan tetapi saat itu, Kabupaten Konut mendapat ujian musibah banjir yang terjadi di berbagai daerah.
Selain itu, masih segar dalam ingatan kita bahwa tahun 2020 awal mula pandemi Covid-19 melanda bangsa Indonesia yang mengharuskan semuanya untuk menjaga jarak serta mengurangi kontak fisik dan tatap muka, sehingga pada saat itu MTQ Sultra ke-28 tahun 2020 dilaksanakan secara online via zoom.
“Alhamdulillah, semangat Konut untuk menjadi tuan rumah MTQ Sultra masih terus berlanjut sehingga ditetapkan kembali menjadi tuan rumah penyelenggara MTQ Sultra ke-30 tahun 2024, dan sebagaimana kita saksikan bersama, pelaksanaan launching MTQ hari ini, dan apa yang telah dipaparkan oleh Bupati Konut menjadi pertanda penguatan sekaligus menepis segala keraguan yang ada, akan kesiapan Kabupaten Konut beserta seluruh jajarannya untuk menyelenggarakan kegiatan MTQ Sultra dengan sukses, baik sukses prestasi, maupun sukses penyelenggaraan,” ucap Sekda Sultra.
Kata dia, penyelenggaraan kegiatan ini menjadi salah satu sarana siar keagamaan dalam upaya meningkatkan kecintaan dan motivasi masyarakat dalam membaca, menghafal, memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran al qur’an sebagai kitab suci umat islam dan pedoman hidup bagi seluruh umat manusia.
“Kegiatan MTQ yang memperlombakan 48 cabang dan golongan lomba akan menyeleksi peserta terbaik dari kafilah kabupaten/kota se Sultra untuk selanjutnya menjadi duta kafilah Provinsi Sultra pada MTQ Nasional ke-30 yang akan dilaksanakan di Samarinda Provinsi Kalimantan Timur,” ujarnya.

Namun demikian, walaupun bersifat perlombaan, lanjut Asrun Lio, MTQ seyogyanya tidak hanya dimaknai sebatas ajang untuk pencapaian predikat juara semata. Ada hal yang tidak kalah penting dari kejuaraan yaitu aspek pembinaan yang berkelanjutan bagi para peserta MTQ yang harus tunduk dan patuh terhadap peraturan dan ketentuan rekruitmen peserta MTQ yang telah ditetapkan, khususnya terkait mutasi dokumen kependudukan peserta MTQ.
“Status perpindahan peserta putera
puteri daerah ke provinsi lain dinilai dapat memberi dampak negatif bagi Sultra akan kehilangan putra putri daerah potensial dalam event Musabaqah Al Qur’an yang tentunya berimplikasi terhadap proses pembinaan dan pengembangan seni baca al qur’an yang terintegrasi dan berkelanjutan,” katanya. (Adv)





