Remaja 16 Tahun di Buton Utara Dikabarkan Hilang di Kebun

Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap remaja berusia 16 tahun yang dikabarkan hilang di kebun Desa Lanosangia, Kecamatan Kulisusu Utara, Kabupaten Buton Utara.
Listen to this article

Buton Utara, Datasultra.com – Abdul Rasyid, warga Desa Wowonga Jaya Kecamatan Kulisusu Utara, Kabupaten Buton Utara dikabarkan hilang oleh keluarganya.

Remaja berusia 16 tahun itu dikabarkan hilang saat pergi ke kebun yang terletak di Desa Lanosangia pada 7 Juni 2024. Hingga saat ini korban belum juga kembali ke rumahnya.

Atas peristiwa ini, Sekretaris Desa Lanosangia, Nurdin melaporkan ke pihak Basarnas bahwa telah terjadi kondisi membahayakan manusia terhadap 1 (satu) orang yang hilang di kebun Desa Lanosangia.

“Ya, benar. Kami menerima laporan bahwa telah terjadi kondisi membahayakan manusia terhadap 1 (satu) orang yang hilang di kebun Desa Lanosangia,” ucap Kepala Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kendari, Amiruddin A.S, Selasa, 11 Junior 2024.

Amiruddin berujar bahwa Tim Rescue Pos SAR Baubau sudah diberangkatkan menuju Last Known Position (LKP) untuk memberikan bantuan SAR. Jarak tempuh yang akan dilalui sekitar 289 Kilometer.

“Sesampainya di Desa Lanosangia,
Tim Rescue Pos SAR Baubau berkoordinasi dengan potensi SAR dan pihak keluarga korban. Tim kemudian melakukan pencarian,” tuturnya.

Pencarian dilakukan hingga pukul 17.30 Wita, tim SAR gabungan telah kembali mengingat kondisi sudah mulai gelap sehingga operasi SAR dihentikan sementara dengan hasil nihil.

“Pencarian dihentikan sementara, akan dilanjutkan kembali besok pagi,” ujarnya.

Mantan Kepala KPP Sorong ini menjelaskan, kejadian berawal ketika kakek korban sedang mengangkut kopra hasil dari kebun. Baru sekali mengangkut kopra, kakek korban pulang kerumah untuk sarapan sekaligus mengajak istri dan korban kembali ke kebun bersama-sama.

“Saat sang kakek sedang sarapan, korban memutuskan untuk berangkat duluan menuju kebun, setelah sarapan kakek korban pun menyusul menuju kebun,” ungkapnya.

Diperjalanan, lanjut dia, kakek korban bertemu dengan salah seorang penduduk setempat yang sedang melakukan aktifitas berkebun. Kemudian, kakak ini menanyakan apakah melihat korban. Hal ini untuk memastikan bahwa korban memang menuju kebun.

“Warga tersebut menjawab bahwa dia melihat korban melintas menuju kebun,” ucapnya.

Setibanya di kebun, kakek tersebut
tidak melihat korban. Ia berusaha mencarinya di beberapa kebun tetangga hingga malam hari. Namun, korban tak juga ditemukan. (Ld)

Facebook Comments Box