
Baubau, Datasultra.com- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Baubau menggelar pelatihan penulisan Aksara Wolio di Aula Hotel Galaxi Inn Baubau, Selasa 25 Juni 2024.
Adapun peserta kegiatan pelatihan penulisan Aksara Wolio ini sebanyak 100 orang guru tingkat SMP, dan SD se Kota Baubau yang membidangi mata pelajaran muatan lokal.
Kepala Dinas Dikbud Kota Baubau, Eko Prasetya berharap kegiatan tersebut memberikan dampak positif signifikan kedepan.
“Aksara wolio ini harus tetap dilestarikan. Siapa pun yang melestarikan ini, maka dia akan menjadi orang orang terbaik di masa yang akan datang,” tuturnya.
Sebenarnya, cerita Eko, kala itu kebudayaan akan di pisahkan dari dinas pendidikan untuk menjadi dinas baru.
Tetapi setelah dihitung untuk skor kelembagaan, dinas pendidikan kalau di lepas kebudayaannya dan menjadi dinas baru dan hanya dinas pendidikan saja itu skornya tidak bisa menjadi skor dengan kategori A.
“Jadi ini pentingnya budaya kita, kenapa kebudayaan tidak dilepas menjadi dinas baru karena skor muatan lokal kita rendah sekali. Dengan adanya kegiatan ini, semoga kedepan skor nilai kebudayaan kita lebih bagus lagi,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Dikbud Kota Baubau Masrun menambahkan, maksud diadakannya kegiatan pelatihan penulisan Aksara Wolio ini adalah memberikan acuan bagi pemerintah daerah kabupaten/kota dalam pelaksanaan perlindungan, pemeliharaan, dan pengembangan penulisan Aksara Wolio.
“Tujuannya untuk menambah wawasan pengetahuan Guru Mulok tentang Aksara Wolio, untuk menguatkan kedudukan dan fungsi Aksara Wolio, dan sebagai bentuk pelestarian dan pengembangan objek pemajuan kebudayaan,” tambah Masrun.
Masrun menjelaskan, Aksara Wolio ini merupakan aksara yang diadopsi dari huruf Arab yang dijadikan sebagai aksara resmi di Kesultanan Buton.
Cuman, sambung dia, didalam Aksara Wolio tersebut ada penambahan beberapa huruf yang tidak ada di dalam huruf Arab.
“Jadi dari zaman kesultanan, persuratan itu sudah menggunakan Aksara Wolio,” tandas Masrun. (Sir)





