
Kendari, Datasultra.com- Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari Provinsi Sultra, menjadi tuan rumah Pertemuan Nasional Forum Satuan Pengawasan Intern Perguruan Tinggi Negeri (SPI-PTN).
Kegiatan yang dilaksanakan hingga 18 Juli 2024 ini juga mengadakan expo dengan memamerkan produk lokal Sultra yang bisa dimanfaatkan dan dijadikan oleh-oleh.
Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendikbudristek RI, Chatarina Muliana menuturkan, Forum SPI-PTN merupakan agenda tahunan Lingkup Kemendikbudristek RI.
“Dalam forum ini kita membahas program-program untuk membangun dan meningkatkan tata kelola perguruan tinggi agar lebih transparansi sehingga mekanisme dalam proses pembelajaran bisa lebih akuntabel dan transparan,” tuturnya di Auditorium UHO Kendari, Senin 15 Juli 2024.
Sementara itu, Rektor UHO Kendari Muhammad Zamrun Firihu mengatakan, SPI merupakan salah satu badan yang penting di universitas untuk menjaga dan mengawal agar program pendidikan berjalan dengan baik dan benar.
Sehingga SPI memiliki peranan penting bagaimana program pengembangan khususnya di bidang pendidikan bisa dikawal dengan baik.
“SPI itu program pemerintah yang harus dilaksanakan untuk mengawal agar reformasi dan birokrasi berjalan di semua lini termasuk di bidang pendidikan,” katanya.
Intinya melalui SPI pihaknya terus melakukan perubahan pelayanan yang lebih baik terutama di bidang pendidikan.
“Mendukung itu, di kegiatan ini pula sebanyak 12 fakultas tambah pascasarjana lingkup UHO melakukan pencanangan zona integritas. Adapun dua fakultas lainnya sudah dilakukan zona integritas,” sambungnya.
Sementara itu, Ketua Forum SPI PTN Indonesia Jamaluddin mengungkapkan, pertemuan tahunan dihadiri 255 peserta dari 96 PTN yang sudah terkonfirmasi.
“Jumlah tersebut sangat banyak sehingga kami berterima kasih kepada pengurus SPI PTN dan LLDIKTI khususnya yang di Kendari,” ungkapnya.
Ditempat yang sama, Ketua Panitia Forum SPI-PTN Fitriaman menuturkan, pelaksanaan PTN dan LLDIKTI se Indonesia dihadiri 255 peserta dari seluruh PTN dan LLDIKTI seluruh Indonesia dari Aceh hingga Papua.
“Kita harap melalui acara ini perguruan tinggi terus semangat meningkatkan tata kelola pengawasan internal di universitasnya masing-masing,” harapnya. (Rk)





