
Buton Selatan, Datasultra.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Selatan (Busel) melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2024, menegaskan komitmennya untuk mempersiapkan sejumlah proyek penting yang akan mendukung perekonomian dan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut pada tahun 2025.
Hal ini disampaikan oleh Penjabat (Pj) Bupati Buton Selatan, Parinringi, saat diwawancarai oleh wartawan datasultra.com di ruang kerjanya, Senin 26 Agustus 2024.
Pj Bupati Parinringi menuturkan, salah satu prioritas utama yang akan difokuskan adalah perencanaan pelencengan pelabuhan Bandar Batauga. Pelencengan ini diharapkan dapat diselesaikan pada tahun depan, sehingga Bandar Batauga bisa berfungsi optimal.
“Jika pelencengan sudah selesai, Bandar Batauga akan dapat menjadi penggerak ekonomi, khususnya di area pelabuhan. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kita bisa tumbuh karena dengan adanya pelencengan, kapal feri dapat sandar, dan kendaraan bermotor bisa beroperasi di sana,” tuturnya.
Selain itu, APBD Perubahan tahun ini juga akan mengalokasikan anggaran untuk perencanaan pembangunan kantor Bupati yang direncanakan akan dibangun pada tahun 2025.
“Kami berharap kantor Bupati ini tidak hanya akan berfungsi sebagai pusat pelayanan masyarakat, tetapi juga menjadi ikon baru bagi Buton Selatan,” tambah Parinringi.
Lebih lanjut, perencanaan pembangunan pelabuhan di Desa Tira, Kecamatan Sampolawa, juga menjadi bagian dari fokus anggaran perubahan ini. Desa Tira diketahui memiliki beberapa industri rumahan, terutama kapuk, yang telah memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan hingga miliaran rupiah.
“Oleh karena itu, pembangunan pelabuhan di Desa Tira sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi di daerah tersebut,” kata Parinringi.
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga telah mengalokasikan anggaran untuk redesain jalan dua jalur yang dikenal sebagai Jalan 30, yang akan menghubungkan Lawela hingga Sampolawa. Pembangunan jalan ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan mendukung aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
“Intinya, program-program yang kita letakkan dalam APBD Perubahan ini adalah untuk perencanaan kebutuhan masyarakat di tahun 2025. Kami berharap pada awal tahun 2025, proyek-proyek ini sudah bisa berjalan, karena semuanya bertujuan untuk kepentingan masyarakat,” tutup Parinringi.
Dengan berbagai perencanaan yang matang ini, diharapkan Kabupaten Buton Selatan dapat terus berkembang, meningkatkan perekonomian, serta memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat di tahun-tahun mendatang. (Sir)





