Rabu, Februari 4, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Akselerasi Konektivitas, Wali Kota Baubau Surati Menteri ESDM Terkait Pembangunan DPPU Bandara Betoambari

Listen to this article

Baubau, Datasultra.com — Pemerintah Kota Baubau di bawah kepemimpinan Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, SE bersama Wakil Wali Kota Baubau Ir. Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc., menunjukkan komitmen serius dalam memperkuat konektivitas udara dan ketahanan energi daerah.

Salah satu langkah strategis yang ditempuh yakni dengan melayangkan surat resmi kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia terkait percepatan pembangunan Depot Pengisian Bahan Bakar Pesawat Udara (DPPU) di Bandara Betoambari.

Surat bernomor 600.1/659/SETDA tersebut merupakan tindak lanjut atas usulan Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Betoambari, sebagai respons terhadap meningkatnya aktivitas penerbangan di Kota Baubau. Peningkatan ini ditandai dengan beroperasinya maskapai Super Air Jet secara rutin setiap hari.

Dalam keterangannya kepada pers usai bertemu Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM di Jakarta, Selasa 3 Februari 2026, Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim menjelaskan terdapat tiga poin krusial yang menjadi dasar permohonan pembangunan DPPU tersebut.

Pertama, optimalisasi kapasitas penumpang dan logistik. Saat ini, ketiadaan fasilitas pengisian bahan bakar pesawat (refueling) di Bandara Betoambari memaksa maskapai menerapkan sistem tankering, yakni membawa bahan bakar berlebih dari bandara asal.

Praktik ini berdampak pada pembatasan kapasitas angkut penumpang dan kargo (payload). Jika terus berlanjut, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu keberlanjutan rute penerbangan yang menjadi urat nadi konektivitas wilayah Kepulauan Buton.

Kedua, penguatan ketahanan energi wilayah. Dengan estimasi kebutuhan avtur mencapai sekitar 3.500 liter per hari, pembangunan DPPU dinilai sebagai langkah strategis untuk menjamin kepastian pasokan bahan bakar di wilayah pertumbuhan ekonomi baru Sulawesi Tenggara, sejalan dengan mandat nasional penguatan ketahanan energi di daerah kepulauan.

Ketiga, peningkatan daya tarik investasi dan pariwisata. Sebagai pintu gerbang utama kawasan hinterland, keberadaan DPPU di Bandara Betoambari diyakini akan menarik minat maskapai lain membuka rute baru.

Dampaknya, akselerasi pertumbuhan ekonomi, sektor pariwisata, serta iklim investasi di Kota Baubau dan wilayah sekitarnya akan semakin meningkat.

“Surat ini merupakan bentuk dukungan formal Pemerintah Kota Baubau sekaligus menjadi dasar bagi Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi untuk segera menginisiasi langkah-langkah prosedural lanjutan,” ujar Yusran Fahim.

Ia menegaskan bahwa pembangunan DPPU bukan semata pemenuhan kebutuhan infrastruktur teknis, melainkan kebutuhan mendesak untuk memastikan Bandara Betoambari dapat beroperasi secara optimal dalam rangka peningkatan pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pembangunan DPPU ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi bagian dari strategi besar menjadikan Bandara Betoambari lebih kompetitif dan mandiri dari sisi energi,” tegasnya.

Yusran Fahim berharap, melalui langkah proaktif ini, Kementerian ESDM bersama pihak terkait dapat segera merealisasikan pembangunan DPPU, sehingga Bandara Betoambari mampu bertransformasi menjadi bandara yang lebih maju dan berdaya saing. (Sir)

Facebook Comments Box

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

− 2 = 1

Popular Articles