Kendari, Datasultra.com – Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) kembali menegaskan jati dirinya sebagai partai yang lahir, tumbuh, dan berjuang bersama rakyat.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Musyawarah Cabang (Muscab) IV Hanura se-Sulawesi Tenggara (Sultra) yang digelar serentak di salah satu hotel di Kota Kendari, Kamis 5 Februari 2026.
Ketua DPD Hanura Sultra, Fajar Ishak Dg Jaya, menyampaikan bahwa Muscab kali ini menjadi titik awal konsolidasi besar partai dalam mewujudkan Sultra sebagai lumbung suara Hanura, sebagaimana tema yang diusung, “Mewujudkan Sultra sebagai Lumbung Suara Hanura Menuju Daerah Berdaya dan Indonesia Sejahtera.”
Menurutnya, kekuatan utama Hanura tidak bertumpu pada modal besar ataupun kekuatan elit semata, melainkan pada kepercayaan dan dukungan masyarakat. Tanpa rakyat, kata dia, Hanura tidak memiliki arti apa pun.
“Tidak ada perjuangan Hanura tanpa dorongan rakyat. Tidak akan ada kemenangan tanpa kepercayaan dan kesempatan yang diberikan masyarakat. Karena itu, target lumbung suara ini bukan sekadar slogan, melainkan spirit yang mulai kita bangun hari ini menuju kemenangan Pemilu 2029 dan 2031,” tegas Ishak.
Ia juga menjelaskan bahwa penggunaan istilah “lumbung suara” memiliki makna mendalam. Meski tidak ditopang kekuatan besar di belakangnya, Hanura tetap mampu bertahan dan konsisten meraih kursi legislatif di Sultra.
“Dari beberapa kali pemilu raihan kursi Partai Hanura itu lumayan. Hal tersebut bukti bahwa Hanura tetap melekat di hati masyarakat dan memiliki simpatisan yang loyal dan setia,” ujarnya.
Optimisme tersebut semakin menguat dengan bergabungnya sejumlah tokoh berpengaruh, baik tokoh senior maupun generasi muda.
Sebagai langkah strategis, seluruh calon Ketua DPC Hanura kabupaten/kota telah melalui proses fit and proper test guna memastikan kapasitas, integritas, dan kelayakan kepemimpinan sesuai dengan standar partai.
Langkah ini sejalan dengan tagline Hanura, “Mewujudkan Daerah Berdaya, Indonesia Sejahtera.”
Ishak menegaskan bahwa kesejahteraan nasional tidak akan terwujud tanpa daerah yang kuat dan mandiri.
“Pemberdayaan daerah adalah kunci. Itu hanya bisa dicapai jika dipimpin oleh figur yang kuat di tingkat kabupaten dan kota, serta ditopang struktur partai yang solid hingga kecamatan dan desa atau kelurahan,” jelasnya.
Hanura menargetkan setiap daerah pemilihan (dapil) di Sultra terisi minimal satu kursi DPRD, baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi.
Untuk Pemilu 2029, Hanura menargetkan satu kursi DPR RI dari Sultra, sementara pada Pemilu 2031 ditargetkan satu kursi di setiap dapil provinsi dan kabupaten/kota.
Komitmen tersebut diperkuat dengan kesiapan para tokoh yang telah bergabung maupun yang akan menyusul setelah tahapan kontestasi pemilu ditetapkan.
Sementara itu, Koordinator Wilayah IX DPP Hanura, Adeni Muhan, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Muscab IV Hanura Sultra.
Ia menegaskan dukungan penuh dari DPP terhadap seluruh agenda dan target yang dicanangkan DPD.
“DPD tidak berjalan sendiri. DPP siap memberikan dukungan, baik moral maupun materiel, agar seluruh rencana dan program yang disusun dapat berjalan selaras dengan kebijakan partai,” pungkas Adeni Muhan. (N1)


