Muna Barat, Datasultra.com — Dalam rangka mewujudkan program satu rumah satu sarjana bagi keluarga kurang mampu, Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, berkomitmen menyiapkan beasiswa pendidikan bagi 150 mahasiswa Institut Teknologi, Kesehatan dan Bisnis (ITKB) Muhammadiyah Muna Barat.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri kuliah umum sekaligus pelepasan Kuliah Kerja Amaliyah (KKA) Angkatan I ITKB Muhammadiyah yang berlangsung di Kampus ITKB Muhammadiyah, Desa Wandoke, Kecamatan Tiworo Kepulauan, Kabupaten Muna Barat, Jumat 6 Februari 2026.
Bupati La Ode Darwin menjelaskan, beasiswa tersebut akan dianggarkan melalui APBD Kabupaten Muna Barat dan diperuntukkan secara khusus bagi mahasiswa asal Muna Barat dari keluarga kurang mampu.
“Beasiswa ini kita siapkan sebagai bentuk keberpihakan pemerintah daerah kepada anak-anak Muna Barat, khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu, agar tetap bisa mengenyam pendidikan tinggi,” ujar Darwin.
Selain beasiswa, Pemerintah Daerah Muna Barat juga menyatakan kesiapan membantu pembangunan Ruang Kelas Belajar (RKB) ITKB Muhammadiyah di atas lahan seluas kurang lebih 16 hektare yang telah disiapkan pemerintah daerah, berlokasi di Kelurahan Wamelai, Kecamatan Lawa.
“Namun ada syaratnya, pihak kampus harus melakukan clearing lahan terlebih dahulu. Jika lahannya sudah bersih dan siap, laporkan ke saya. Insyaallah kita bangunkan dua atau tiga RKB,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati Muna Barat menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, La Samahu, untuk bersama pihak ITKB Muhammadiyah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, sekaligus mengajak para lulusan SMA/SMK agar melanjutkan pendidikan di ITKB Muhammadiyah Muna Barat.
Menurut Darwin, keberadaan perguruan tinggi di Pulau Muna harus dimanfaatkan secara maksimal guna menekan tingginya arus keluar modal (capital flow) masyarakat, khususnya untuk biaya pendidikan.
“Selama ini arus modal masyarakat Pulau Muna sangat besar keluar daerah untuk biaya kuliah. Jika anak-anak kita kuliah di Muna atau Muna Barat, maka perputaran ekonomi tetap terjadi di daerah kita sendiri,” jelasnya.
Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Tenggara itu juga menegaskan bahwa keberadaan perguruan tinggi di Muna, Muna Barat, hingga Buton Tengah harus dimaknai sebagai motor penggerak kemajuan Pulau Muna.
“Kita bisa belajar dari Kolaka dengan Universitas Sembilanbelas November (USN) dan Baubau dengan Universitas Muhammadiyah Buton (UMB). Maka Muna Barat juga harus bangkit dengan ITKB Muhammadiyah. Dukungan pemerintah pusat saya kira tidak sulit, apalagi Menteri Pendidikan berasal dari Muhammadiyah. Potensi ini harus kita manfaatkan untuk mendorong pengembangan ITKB Muhammadiyah Muna Barat,” pungkasnya. (Len)


