Kendari, Datasultra.com- Ramadhan tidak hanya identik dengan peningkatan ibadah, tetapi juga perubahan pola makan. Salah satu menu yang hampir selalu hadir di meja berbuka adalah kurma. Buah ini bukan sekadar mengikuti sunnah, tetapi juga diakui memiliki nilai gizi tinggi yang bermanfaat bagi kesehatan.
Secara ilmiah, kurma merupakan buah dari pohon palem dengan nama ilmiah Phoenix dactylifera. Kandungan nutrisinya yang lengkap menjadikan kurma kerap disebut sebagai “super food” Ramadhan.
Setelah berpuasa selama kurang lebih 12 jam, kadar gula darah dalam tubuh cenderung menurun. Kurma mengandung glukosa dan fruktosa alami yang mudah diserap tubuh sehingga mampu mengembalikan energi dengan cepat dan efektif.
Selain karbohidrat alami, kurma juga mengandung serat, kalium, magnesium, zat besi, serta antioksidan yang berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh selama menjalankan ibadah puasa.
Perubahan pola makan saat Ramadhan sering memicu gangguan pencernaan. Kandungan serat dalam kurma membantu menjaga kesehatan usus dan mencegah sembelit.
Di sisi lain, kalium dan magnesium berperan dalam menjaga kestabilan tekanan darah serta mendukung fungsi jantung tetap optimal. Antioksidan yang terkandung di dalamnya juga membantu melindungi sel tubuh dari paparan radikal bebas.
Berbuka puasa dengan kurma merupakan anjuran yang dicontohkan oleh Muhammad. Tradisi ini tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga terbukti selaras dengan prinsip kesehatan modern.
Menjelang Ramadhan, permintaan kurma di berbagai daerah, termasuk di Kendari dan wilayah Sulawesi Tenggara, biasanya meningkat signifikan. Pedagang menyediakan beragam jenis kurma dengan kualitas dan harga yang bervariasi.
Beberapa jenis kurma yang banyak diminati masyarakat antara lain Kurma Ajwa, dikenal sebagai kurma nabi.
Kurma Medjool, berukuran besar dengan tekstur lembut.
Kurma Sukari, bercita rasa manis legit.
Kurma Deglet Noor, berwarna lebih terang dan tidak terlalu manis. Masing-masing jenis memiliki karakteristik berbeda, namun tetap kaya akan manfaat kesehatan.
Ahli gizi menganjurkan konsumsi 1–3 butir kurma saat berbuka sebagai pembuka sebelum makanan utama. Penderita diabetes disarankan untuk membatasi konsumsi dan menyesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Dengan kandungan nutrisi yang lengkap dan manfaat yang luas, kurma layak disebut sebagai super food Ramadhan. Tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga menjadi pilihan cerdas untuk menjaga stamina dan kesehatan selama menjalankan ibadah puasa.



