Baubau, Datasultra.com – BPJS Kesehatan Cabang Baubau menggelar monitoring dan evaluasi (monev) digitalisasi layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bersama Dinas Kesehatan Kota Baubau dan seluruh fasilitas kesehatan (faskes) mitra, Rabu 18 Februari 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi di wilayah tersebut.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau, Kepala Bidang Pelayanan dan SDM Dinkes Baubau, para kepala puskesmas se-Kota Baubau, dokter, serta perwakilan rumah sakit dan faskes yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Baubau, Sarman Palipadang, menjelaskan bahwa monev ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana implementasi digitalisasi telah berjalan di tingkat fasilitas kesehatan.
“Selain evaluasi, hari ini kami melihat apakah digitalisasi yang sudah berjalan benar-benar dijalankan oleh faskes. Dari hasil pemaparan tadi, kami sangat mengapresiasi capaian teman-teman di Baubau. Meski berada di wilayah kepulauan, hasilnya sangat baik dan bahkan mampu bersaing dengan daerah lain di wilayah kerja kami,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, empat fasilitas kesehatan menerima penghargaan dari Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan karena dinilai berhasil mengimplementasikan program digitalisasi layanan JKN secara optimal.
Keempat faskes tersebut yakni Puskesmas Wajo, Puskesmas Betoambari, Puskesmas Bataraguru, dan Klinik Medika.
Meski demikian, Sarman mengakui masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, di antaranya optimalisasi fitur iCare JKN, pemanfaatan aplikasi Mobile JKN, serta penggunaan antrean online agar dapat mencapai target yang ditetapkan.
“Secara umum datanya sudah bagus. Bahkan ada rumah sakit yang capaian Mobile JKN-nya sudah masuk zona hijau atau melampaui target. Ini tentu menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan digital,” jelasnya.
Terkait kendala teknis yang masih ditemui di lapangan, pihak BPJS Kesehatan menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang koordinasi dan pengaduan bagi masyarakat maupun fasilitas kesehatan.
“Kami menyadari tidak ada sistem yang sempurna. Jika ada kendala, silakan laporkan melalui petugas BPJS Satu di rumah sakit atau di puskesmas. Kantor kami juga selalu terbuka untuk masyarakat,” tambahnya.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, BPJS Kesehatan Cabang Baubau berharap implementasi digitalisasi layanan JKN semakin optimal, sehingga masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan dengan lebih mudah, cepat, dan transparan. (Sir)



