Kendari, Datasultra.com – Memasuki 100 hari kerja kepemimpinan Andi Sumangerukka–Hugua, sektor pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra) ditegaskan tetap menjadi prioritas utama pembangunan daerah.
Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Sultra, Ridwan Badallah, memaparkan sedikitnya 26 langkah strategis yang tengah dijalankan guna memperkuat fondasi ekosistem pariwisata secara terstruktur dan berkelanjutan.
Pernyataan tersebut disampaikan Ridwan menanggapi pandangan salah satu praktisi pariwisata yang menilai arah pengembangan sektor ini belum terlihat dalam 100 hari pemerintahan ASR–Hugua.
“Sebulan saya menjabat, kami langsung merampungkan desain Poros Pariwisata Sultra dan memperbaiki ekosistem pariwisata secara menyeluruh. Kami juga membangun komunikasi intensif dengan Kementerian Pariwisata untuk arah pengembangan ke depan,” ujar Ridwan.
Ia menegaskan, pemerintah provinsi tidak dalam posisi “adem ayem”, melainkan sedang menata fondasi besar agar pembangunan pariwisata berjalan sistematis dan berdampak jangka panjang.
Ridwan menekankan, pengembangan pariwisata Sultra tidak lagi terpusat pada satu destinasi semata.
“Kami membuat positioning baru bahwa Wakatobi bukan satu-satunya wajah pariwisata Sultra. Semua kabupaten/kota harus tumbuh bersama dalam satu ekosistem terintegrasi,” tegasnya.
Salah satu langkah strategis adalah membuka akses promosi dan kunjungan wisata melalui funtrip maskapai AirAsia untuk rute langsung Jakarta–Kendari.
Upaya ini diharapkan meningkatkan konektivitas wisatawan domestik sekaligus memperkuat daya saing destinasi Sultra.
Di sisi pengelolaan destinasi, Dispar Sultra membenahi manajemen objek wisata Pulau Bokori, termasuk perubahan pola penanganan sampah di Bokori, Batugong, dan Taipa.
Penataan serupa juga dilakukan di kawasan Kendari Water Sport, yang tengah disiapkan sebagai destinasi unggulan baru melalui penyusunan desain kawasan.
“Kami tidak hanya bicara konsep sustainable tourism, tetapi langsung membenahi aspek paling mendasar, yaitu kebersihan dan tata kelola destinasi,” jelas Ridwan.
Percepatan sertifikasi destinasi Bokori serta perbaikan akses jalan menuju kawasan tersebut juga menjadi prioritas dalam tahap awal penataan.
Ridwan memastikan pendekatan pentahelix tetap menjadi fondasi utama. Diskusi aktif dilakukan bersama pelaku usaha seperti ASTINDO, akademisi, komunitas seni, musik, kriya, hingga perancang mode.
Kolaborasi dengan Kadin diarahkan pada pengembangan wisata Liangkabori serta penjajakan rute penerbangan langsung Guangzhou–Kendari.
Bersama Perusda, Dispar Sultra juga mendorong pengembangan desa wisata Batugong dan Taipa, termasuk rencana pembangunan beach club di Bokori.
Koordinasi lintas daerah turut dilakukan dalam mendukung Sail Indonesia Agustus 2026 di Buton Utara, Wakatobi, Buton Selatan, Muna Barat, dan Kolaka.
Dalam waktu dekat, Dispar Sultra akan merampungkan kalender event daerah. Sejumlah agenda telah dipersiapkan, antara lain Harmoni Sultra yang dirangkaikan dengan Festival Bokori dan Hari Dirgantara, kolaborasi dengan Mabes AU dalam event Semerbak Dirgantara, hingga event China Ekspor pada Mei bersama Dekranasda.
Dispar juga mendukung kegiatan Spot Kuliner Ramadan 2026 x Recto Festival, produksi film “Kandole” bersama komunitas film Semut Merah, serta event lari di kawasan Kendari Water Sport.
Selain itu, tiga speed boat milik Dispar yang sebelumnya rusak telah diperbaiki untuk mendukung operasional destinasi sekaligus meningkatkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kerja sama dengan Dispar Konawe Selatan juga tengah disiapkan untuk pengelolaan Pulau Hari, Senja, dan Tanjung Kartika.
“Pariwisata tetap menjadi prioritas dalam pemerintahan ASR–Hugua. Namun kami memilih bekerja dengan strategi yang lebih sistematis, membangun ekosistemnya terlebih dahulu agar dampaknya nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” tegas Ridwan.
Ia menambahkan, efisiensi anggaran bukan menjadi hambatan, melainkan tantangan untuk lebih kreatif dan kolaboratif.
“Yang kami bangun hari ini adalah fondasi jangka panjang. Sustainable tourism bukan dihilangkan, tetapi kami perkuat dengan aksi nyata di lapangan,” pungkasnya. (Sir)



